Laba per saham justru turun dari Rp 1.240 per lembar menjadi Rp 1.198 per lembar.
Berdasarkan keterangan Presiden Direktur UNTR Djoko Pranoto seperti dikutip Selasa (30/10/2012), laba (unaudited) yang dibukukan tidak lepas dari pencapaian pendapatan yang meningkat 11% menjadi Rp 44,14 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sehingga unit usaha Mesin Konstruksi, Kontraktor Pertambangan dan Pertambangan masing-masing menyumbang Rp 18,99 triliun, Rp 20,12 triliun dan Rp 5,01 triliun terhadap total pendapatan UNTR.
Laba kotor perseroan juga meningkat 13,6% dari Rp 7,23 triliun menjadi Rp 8,22 triliun, dengan dukungan utama dari unit usaha Kontraktor Pertambangan. Sementara unit usaha Pertambangan mengalami penurunan jika dibandingkan dengan sembilan bulan pertama tahun lalu akibat penurunan rata-rata harga jual batubara.
Total aset perseroan hingga September mencapai Rp 50,3 triliun naik dari periode yang sama tahun lalu Rp 46,44 triliun.
(wep/hen)











































