Laba bersih GGRM turun dari Rp 3,78 triliun menjadi Rp 3,006 triliun di triwulan III-2012, dengan laba per saham Rp 1.562 per lembar, dari sebelumnya Rp 1.968 per lembar.
Demikian terlihat dalam laporan keuangan perseroan yang dipulikasikan, Selasa (30/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi penjualan ekspor GGRM turun dari Rp 1,64 triliun menjadi Rp 1,48 triliun. Rokok GGRM di Indonesia terjual senilai Rp 34,11 triliun, atau naik dari periode sebelumnya Rp 28,91 triliun.
Namun peningkatan beban penjualan sekitar Rp 5,88 triliun membawa laba kotor perseroan turun dari Rp 7,55 triliun menjadi Rp 6,701 triliun. Laba usaha juga mengecil dari Rp 5,24 triliun menjadi Rp 4,39 triliun.
Laba sebelum pajak susut hampir Rp 1,1 triliun dari Rp 5,11 triliun di triwulan III-2011 menjadi Rp 4,05 triliun. Sedangkan total aset perusahaan asal Kediri ini bertengger pada posisi Rp 40,72 triliun, atau naik dari sebelumnya Rp 39,08 triliun. Sementara total utang naik dari Rp 14,53 triliun menjadi Rp 15,14 triliun.
(wep/dnl)











































