Kepala Ekonom Bank Danamon Anton Gunawan menyebut, banyak faktor yang menyebabkan rupiah tetap atau cenderung melemah. Kunci utama pelemahan rupiah ada di Bank Indonesia (BI).
"Apakah BI membuat rupiah melemah atau membiarkan rupiah melemah? Padahal capital inflow masuk cukup banyak. Saat asing keluar dari stock (saham), juga kenapa rupiah tidak gerak?," tutur Anton dalam Seminar Perbanas "Kongres XVIII Tahun 2012βKrisis Global: Peluang dan Tantangan Perbankan Nasioal ke Depan" di Jakarta, Rabu (31/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam situasi saat ini current account cenderung defisit. Ini beda saar 2009 hingga pertengahan 2011, dimana suplai besar hingga rupiah terus menguat. Bahkan BI harus menahan penguatan, yang tercermin dari cadangan devisa," paparnya.
Namun, upaya BI dalam jangka panjang akan mendorong penarikan mata uang dollar AS ke dalam negeri dengan membentuk trusty bank dan pada akhirnya membuat mata uang menjadi kuat.
"Upaya BI kini nampaknya untuk trusty bank di Indonesia. Hingga perusahaan asing itu akan tarik dollar di sini," tuturnya.
BI sendiri mengakui, perkembangan nilai tukar Rupiah pada September 2012 terdepresiasi. Rupiah secara point-to-point melemah sebesar 0,37% (mtm) ke level Rp 9.570 per dolar AS atau secara rata-rata melemah 0,64% (mtm) menjadi Rp 9.554 per dolar AS.
(wep/dru)











































