Padahal, pendapatan perusahaan yang mayoritas sahamnya dikuasai perusahaan asal Malaysia, Axiata Investments, itu naik 14% menjadi Rp 16 triliun di akhir September 2012. Layanan data memberikan kontribusi pendapatan paling besar sebesar 60%, disusul layanan SMS 21% serta layanan Voice 7% YoY.
"Semakin tingginya minat masyarakat menggunakan layanan Data mendorong tetap tumbuhnya pendapatan serta traffic layanan data, sehingga pelanggan Data juga turut mengalami peningkatan, mencapai 25 juta atau 60% dari total pelanggan XL," kata Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi, dalam siaran pers, Rabu (31/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini XL telah membangun lebih dari 10.000 Node B di seluruh Indonesia,β ujarnya.
Selama triwulan ketiga 2012, XL telah membelanjakan Rp 7,2 triliun untuk investasi dengan menggunakan dana internal. Emiten berkode EXCL itu juga telah mendapatkan pinjaman baru dari BCA, BTMU, serta Mandiri sebesar Rp 6,5 triliun, dan juga melakukan pembayaran utang Rp 2,7 triliun, sehingga total utang yang dimiliki XL meningkat menjadi Rp 14,6 triliun dari Rp 9,3 triliun tahun lalu.
(ang/dnl)











































