Kenaikan tipis laba tersebut ditopang oleh penjualan perseroan yang mencatatkan kenaikan 10,3% dari Rp 33,77 triliun per triwulan III-2011 menjadi Rp 37,26 triliun di triwulan III-2012.
Kelompok usaha strategis grup Indofood yaitu Produsen Konsumen Bermerek (CBP), Bogasari, Agribisnis dan Distribusi masing-masing memberikan kontribusi sebesar 43%, 24%, 25% dan 8% terhadap penjualan neto konsolidasi tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal ini dikarenakan penurunan kinerja grup Agribisnis sebagai akibat turunnya harga jual rata-rata hasil perkebunan serta kenaikan biaya produksi," jelas siaran pers tersebut.
Sementara laba usaha tumbuh 3,4% menjadi Rp 5,36 triliun dari Rp 5,19 triliun sedangkan marjin laba usaha turun menjadi 14,4% dari 15,4% karena naiknya beban operasional.
Dirut dan CEO Indofood, Anthoni Salim mengatakan lemahnya harga CPO dan karet menekan kinerja Grup Agribisnis. "Namun demikian indofood tetap berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerjanya," tegas Anthoni.
Kedepan, Anthoni mengatakan Indofood akan tetap positif mempertahankan pertumbuhan di tengah gejolak harga komoditas dunia.
"Kami tetap positif terhadap prospek Grup Agribisnis ke depannya dan akan melanjutkan rencana ekspansi sambil terus berupaya untuk mempertahankan daya saing kami di pasar," tutup Anthoni.
(dru/hen)











































