PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membukukan laba bersih Rp 627,78 miliar di triwulan III-2012, angka ini anjlok 60% dari laba tahun lalu pada periode yang sama Rp 1,56 triliun.
Sementara laba bersih per saham dasar (Earnings per Share, EPS) perseroan tercatat sebesar Rp 65,88 per lembar. Meski berkurang, anjloknya laba bisa ditahan dengan kuatnya permintaan nikel dan emas
"Kami tetap berfokus untuk tetap dapat memberikan imbal hasil yang baik pada stakeholders di tengah tantangan kondisi harga komoditas yang melemah saat ini. Antam juga terus berfokus pada peningkatan efisiensi operasional perusahaan," kata Direktur Utama Antam Alwinsyah Lubis dalam siaran pers, Kamis (31/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Feronikel menjadi kontributor terbesar kedua dengan kontribusi Rp 2,2 triliun atau 30% dari total penjualan bersih Antam. Sementara komoditas bijih nikel menyumbang 28% dari pendapatan Antam senilai Rp 2 triliun.
Posisi likuiditas Antam masih tetap solid dan kuat. Per 30 September 2012 Antam memiliki kas dan setara kas sebesar Rp 5,5 triliun dengan jumlah interest bearing debt Rp 4,6 triliun yang merupakan utang obligasi dan pinjaman bank jangka pendek.
Proyek-proyek Antam juga masih berjalan on track. Dalam pelaporan-pelaporan sebelumnya, Antam mempublikasikan kemajuan proyek secara keseluruhan dari sisi konstruksi, finansial dan aspek-aspek non teknis lainnya.
Kemajuan proyek CGA Tayan secara keseluruhan telah mencapai 86,2% dengan konstruksi proyek mencapai 79,2%. Untuk proyek Feronikel Halmahera Timur, kemajuan proyek telah mencapai 28,6% dengan progress konstruksi fisik mencapai 3,2%.
Sementara kemajuan proyek MOP-PP Pomalaa sudah mencapai 25,7% dengan progress konstruksi fisik proyek mencapai 16,4% per akhir September 2012. (ang/dnl)











































