Masa penawaran umum saham telah tuntas pada 29 Oktober lalu, di mana terjadi kelebihan permintaan 13,4 kali dari penjatahan terpusat (pooling).
Direktur Utama Express Group Daniel Podiman dalam keterangan tertulisnya, Rabu (31/10/2012) mengatakan, IPO menjadi momentum penting bagi Express Group dan juga merupakan transaksi penting bagi pasar modal Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dana hasil penjualan saham perdana, sebanyak 63% akan digunakan untuk pengembangan investasi baru taksi reguler dan perangkat pendukung lain. Lalu 20% lain sebagai pembayaran pokok utang ke BCA, juga 0,75% untuk pembayaran penalti pembayaran utang yang dipercepat kepada BCA.
Masih tersisa 16% sebagai digunakan untuk akuisisi perusahaan target, PT Ekspress Mulia Kencana. Hingga 30 April perseroan memiliki 6.396 taksi reguler dengan operasi di wilayah Jadetabek, Surabaya, Semarang, dan Medan. Target hingga 2012, perseroan membidik 8.000 unit taksi.
(wep/dnl)











































