Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka berkurang 18,910 poin (0,43%) ke level 4.331,381 terkena aksi ambil untung. Musim laporan keuangan sudah berakhir sehingga indeks tak lagi dapat katalis positif.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat inflasi di Oktober 2012 mencapai 0,16%. Secara tahunan alias year on year inflasi Oktober 2012 mencapai 4,61%, sedikit lebih tinggi dari prediksi pasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis (1/11/2012), IHSG melorot 30,001 poin (0,69%) ke level 4.320,290. Sementara Indeks LQ45 merosot 5,618 poin (0,75%) ke level 745,503.
Seluruh sektor kompak melemah di teritori negatif, dipimpin oleh saham-saham di sektor infrastruktur. Saham-saham unggulan dan lapis dua terkena tekanan jual.
Aksi tutup sendiri (crossing) saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) oleh broker CLSA Indonesia (KZ) senilai Rp 816 miliar membuat nilai transaksi bursa hari ini naik cukup tinggi. Transaksi tersebut dilakukan di pasar negosiasi.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 60,832 kali pada volume 5,451 miliar lembar saham senilai Rp 2,999 triliun. Sebanyak 77 saham naik, sisanya 134 saham turun, dan 87 saham stagnan.
Bursa-bursa di regional berhasil balik arah ke zona hijau, bahkan pasar saham China melonjak lebih dari satu persen. Tapi sayang tidak semuanya bisa kembali positif, bursa Singapura masih terjebak di zona merah.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai melonjak 36,72 poin (1,77%) ke level 2.105,60. Â
- Indeks Hang Seng menanjak 130,80 poin (0,60%) ke level 21.772,62. Â
- Indeks Nikkei 225 menguat 25,34 poin (0,28%) ke level 8.953,63. Â
- Indeks Straits Times turun 7,11 poin (0,23%) ke level 3.031,26. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 450 ke Rp 41.100, Adira Finance (ADMF) naik Rp 200 ke Rp 11.400, Nippon Indosari (ROTI) naik Rp 150 ke Rp 6.150, dan Indocement (INTP) naik Rp 150 ke Rp 21.550.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.350 ke Rp 47.800, XL Axiata (EXCL) turun Rp 500 ke Rp 6.350, Semen Gresik (SMGR) turun Rp 300 ke Rp 14.600, dan Bayan (BYAN) turun Rp 300 ke Rp 10.200.
(ang/dru)











































