Pada lima menit pertama saham TAXI berada dikisaran Rp 590-600 per lembar. Harga tertinggi sempat tercatat pada Rp 620 dan terendah Rp 580. Saham perseroan telah ditransaksikan sebanyak 112.306 lot dengan total volume Rp 35,9 miliar.
Dengan jumlah IPO 1,05 lembar saham, perseroan diperkirakan mendapatkan dana segar Rp 588 miliar.
Bertindak sebagai international selling agent dan joint bookrunner IPO Express JP Morgan, dan PT Mandiri Sekuritas sebagai lead domestic manager dan joint bookrunner.
Hasil penjualan saham perdana, 63% akan digunakan untuk pengembangan investasi baru taksi reguler dan perangkat pendukung lain. 20% lain sebagai pembayaran pokok utang ke BCA, juga 0,75% untuk pembayaran penalti pembayaran utang yang dipercepat kepada BCA.
Masih tersisa 16% sebagai digunakan untuk akuisisi perusahaan target, PT Ekspress Mulia Kencana. Hingga 30 April perseroan memiliki 6.396 taksi reguler dengan operasi di wilayah Jadetabek, Surabaya, Semarang dan Medan. Target hingga 2012, perseroan membidik 8.000 unit taksi.
(wep/ang)











































