Perusahaan ritel kopi terbesar di dunia, Starbucks, meraup laba bersih US$ 359 juta (Rp 3,2 triliun) di tahun fiskal yang berakhir 30 September 2012. Angka ini hanya naik tipis dari tahun sebelumnya pada periode yang sama US$ 358,5 juta.
Meski labanya stagnan, tapi sudah melebihi prediksi para analis. Starbucks berencana menambah nilai dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham menjadi 24% dari laba atau setara Rp 768 miliar.
Setelah pengumuman dividen tersebut, saham perusahaan yang tercatat di Wall Street itu naik lebih dari 6% setelah penutupan perdagangan. Pendapatan perusahaan tercatat naik 11% menjadi US$ 3,36 miliar dari US$ 3,03 miliar tahun lalu
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan membuka 1.300 toko baru tahun depan. Tujuh puluh sampai 80% pertumbuhan akan dilakukan di luar AS, terutama di Asia," kata CEO Starbucks Howard Schultz kepada CNBC, Jumat (2/11/2012). (/)











































