Meski labanya stagnan, tapi sudah melebihi prediksi para analis. Starbucks berencana menambah nilai dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham menjadi 24% dari laba atau setara Rp 768 miliar.
Setelah pengumuman dividen tersebut, saham perusahaan yang tercatat di Wall Street itu naik lebih dari 6% setelah penutupan perdagangan. Pendapatan perusahaan tercatat naik 11% menjadi US$ 3,36 miliar dari US$ 3,03 miliar tahun lalu
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan membuka 1.300 toko baru tahun depan. Tujuh puluh sampai 80% pertumbuhan akan dilakukan di luar AS, terutama di Asia," kata CEO Starbucks Howard Schultz kepada CNBC, Jumat (2/11/2012).
(ang/dnl)











































