Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka berkurang 9,465 poin (0,22%) ke level 4.329,427 terseret arus negatif pasar saham global dan regional. Seluruh indeks sektoral terkena koreksi.
Sentimen negatif dari pasar global dan regional membuat pelaku pasar domestik melakukan aksi jual. Seluruh sektor di lantai bursa pun terkena koreksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, Senin (5/11/2012), IHSG terpangkas 38,914 poin (0,90%) ke level 4299,978. Sementara Indeks LQ45 terkoreksi 7,853 poin (1,05%) ke level 740,307.
Kabar baik datang dari pertumbuhan ekonomi Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada triwulan III-2012 ekonomi RI naik 6,17% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Secara triwulanan, ekonomi tumbuh 3,21%.
Sayangnya sentimen positif dari dalam negeri itu belum cukup membuat investor lakukan aksi borong saham. Tekanan jual terus terjadi gara-gara merosotnya pasar saham Asia.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 43.975 kali pada volume 1,725 miliar lembar saham senilai Rp 1,624 triliun. Sebanyak 50 saham naik, sisanya 175 saham turun, dan 76 saham stagnan.
Bursa-bursa di regional masih terjebak di zona merah gara-gara sentimen negatif dari pasar global. Rata-rata koreksinya masih belum terlalu dalam, tertahan aksi beli selektif.
Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai melemah 7,61 poin (0,36%) ke level 2.109,43. Â
- Indeks Hang Seng turun 85,28 poin (0,39%) ke level 22.026,05. Â
- Indeks Nikkei 225 berkurang 47,78 poin (0,53%) ke level 9.003,44. Â
- Indeks Straits Times terkoreksi 14,69 poin (0,48%) ke level 3.026,06. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Lionmesh (LMSH) naik Rp 300 ke Rp 8.400, Fast Food (FAST) naik Rp 200 ke Rp 12.200, Multi Prima (LPIN) naik Rp 150 ke Rp 9.050, dan Duta Pertiwi (DUTI) naik Rp 150 ke Rp 3.150.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.100 ke Rp 46.750, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 800 ke Rp 54.200, Mayora (MYOR) turun Rp 550 ke Rp 22.400, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 450 ke Rp 20.750.
(ang/dru)











































