Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 9.620 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu di Rp 9.630 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka berkurang 9,465 poin (0,22%) ke level 4.329,427 terseret arus negatif pasar saham global dan regional. Seluruh indeks sektoral terkena koreksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koreksi yang diderita indeks cukup dalam akibat tekanan aksi jual. Indeks sama sekali tidak menyentuh teritori positif hingga siang hari ini, bahkan sempat jatuh ke posisi terendahnya di 4.285,804.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG terpangkas 38,914 poin (0,90%) ke level 4299,978 akibat tekanan aksi jual. Sentimen positif pertumbuhan ekonomi RI kurang kuat mendorong indeks ke zona hijau.
Kabar baik datang dari pertumbuhan ekonomi Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada triwulan III-2012 ekonomi RI naik 6,17% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Secara triwulanan, ekonomi tumbuh 3,21%.
Sayangnya sentimen positif dari dalam negeri itu belum cukup membuat investor lakukan aksi borong saham. Tekanan jual terus terjadi gara-gara merosotnya pasar saham Asia.
Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (5/11/2012), IHSG ditutup merosot 35,953 poin (0,83%) ke level 4.302,939. Sementara Indeks LQ45 ditutup melorot 7,271 poin (0,97%) ke level 740,889.
Aksi jual dilakukan investor lokal dan asing. Saham-saham unggulan berbasis tambang terkoreksi cukup dalam akibat rendahnya harga komoditas. Saham-saham lapis dua juga ikut terkena koreksi akibat tekanan jual.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 92.795 kali pada volume 3,334 miliar lembar saham senilai Rp 3,72 triliun. Sebanyak 67 saham naik, sisanya 176 saham turun, dan 91 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia kompak melemah di zona merah awal pekan ini. Pemilu Presiden AS membuat pelaku pasar regional menahan diri untuk bertransaksi.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia hingga sore hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai menipis 3,02 poin (0,14%) ke level 2.114,03. Â
- Indeks Hang Seng melemah 104,93 poin (0,47%) ke level 22.006,40.
- Indeks Nikkei 225 turun 43,78 poin (0,48%) ke level 9.007,44. Â
- Indeks Straits Times berkurang 8,91 poin (0,29%) ke level 3.031,84. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Sarana Menara (TOWR) naik Rp 300 ke Rp 19.800, Lionmesh (LMSH) naik Rp 300 ke Rp 8.400, Asuransi Binda Dana Arta (ABDA) naik Rp 290 ke Rp 1790, dan Fast Food (FAST) naik Rp 200 ke Rp 12.200.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 1.400 ke Rp 21.550, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.200 ke Rp 46.650, United Tractor (UNTR) turun Rp 550 ke Rp 20.650, dan Nippon Indosari (ROTI) turun Rp 300 ke Rp 5.850.
(ang/dru)











































