Kenaikan Indeks Mulai Terbatas Karena Aksi Profit Taking
Rabu, 15 Sep 2004 16:46 WIB
Jakarta - Kenaikan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) pada perdagangan saham hari ini mulai terbatas karena investor mulai melakukan aksi profit taking (ambil untung) untuk merealisasikan gain di tengah eforia pasar menjelang pilpres II. IHSG pada penutupan Rabu (15/9/2004), naik 6,470 poin pada level 815,486.Untuk Indeks LQ 45 naik 1,461 poin pada level 177,941, JII (Jakarta Islamic Indeks) naik 0,401 poin pada level 134,606, MBX (main board index) naik 2,232 poin pada level 217,815 dan DBX (develop board index) naik 0,884 poin pada level 189,906.Perdagangan di pasar reguler mencapai transaki sebanyak 20.012 kali pada volume 3.981.566 lot saham senilai Rp 1,379 triliun. Sebanyak 74 saham mengalami kenaikan harga, 39 saham turun dan 266 saham stagnan.Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain PT International Nikel Tbk (INCO) naik Rp 300 menjadi Rp 9.250, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) naik Rp 100 menjadi Rp 5.950, PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp 100 menjadi Rp 6.850, PT BRI Tbk (BBRI) naik Rp 75 menjadi Rp 2.000, PT BCA Tbk (BBCA) naik Rp 50 menjadi Rp 2.025, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik Rp 25 menjadi Rp 700, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik Rp 25 menjadi Rp 1.450.Saham yang mengalami penurunan harga di top loser antara lain, PT Indocemen Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) turun Rp 75 menjadi Rp 1.900, PT Bank Lippo Tbk (LPBN) turun Rp 25 menjadi Rp 550, PT. Medco International (MEDC) Tbk turun Rp 25 menjadi Rp 1.500, PT Indosat Tbk (ISAT) turun Rp 25 menjadi Rp 4.400, dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun Rp 25 menjadi Rp 1.375.Meski sempat mengalami kenaikan yang cukup tinggi, yakni sebesar 12 poin lebih pada penutupan sesi I, indeks pada penutupan hari ini kenaikan sudah mulai terbatas. Pasalnya sebagian investor mencoba melakukan profit taking untuk merealisasikan keuntungan di tengah eforia menjelang Pilpres II. Namun demikian indeks diprediksi tetap akan bertahan di level 800. Hal ini disebabkan sebagian investor asing masih berminat membeli saham-saham di Indonesia sampai selesainya pemilu.
(djo/)











































