Nilai tukar dolar AS terhadap euro langsung turun di pasar forex Asia, sesaat setelah Barack Obama memenangi putaran pemilu presiden di AS mengalahkan saingannya Mitt Romney.
Di Tokyo, euro dibeli dengan harga US$ 1,286. Angka ini naik dari sebelumnya US$ 1,2788 dan US$ 1,2814 di New York kemarin. Dolar AS juga melemah terhadap yen. Nilai dolar AS saat ini adalah 80,05 yen, dari sebelumnya 80,34 yen.
Kemenangan Obama menjadi pemicu bagi pelaku pasar untuk menjual dolar AS, karena diperkirakan akan ada pengetatan yang dilakukan bank sentral AS yaitu The Fed.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebijakan fiskal yang dikhawatirkan pelaku pasar dengan kemenangan Obama adalah pengetatan anggaran pemerintah dan kenaikan tarif pajak yang keduanya bakal efektif 1 Januari, kecuali para politisi bersedia untuk menekan defisit anggaran.
Meski begitu, Analis Senior Takumi Nomura dari Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ mengatakan, nilai dolar bakal terdorong oleh kemenangan Obama, karena isu-isu ekonomi yang beredar bakal cepat diselesaikan Obama ketimbang bila Romney yang menjadi presiden baru.
Menurut kantor berita CNN, Obama telah mengungguli Romney dengan meraih 274 suara electoral college. Sementara Romney mendapatkan 201 suara electoral college.
Dengan kondisi ini sudah bisa dipastikan Obama kembali terpilih menjadi Presiden AS! Sebabnya untuk menjadi pemenang, kandidat harus meraih 270 suara electoral college.
Namun untuk perolehan suara terbanyak, Romney unggul dibandingkan Obama. Romney sejauh ini berhasil mendapatkan popular vote sebanyak 40.912.963 suara atau 50 persen. Sementara Obama mengumpulkan 39.906.972 suara atau 49 persen.
(dnl/hen)











































