Rupiah Jatuh ke Level Terendahnya Dalam 3 Tahun

Rupiah Jatuh ke Level Terendahnya Dalam 3 Tahun

- detikFinance
Rabu, 07 Nov 2012 13:37 WIB
Rupiah Jatuh ke Level Terendahnya Dalam 3 Tahun
Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar jatuh jatuh ke level Rp 9.635. Angka ini merupakan level terendahnya terhadap dolar AS sejak 2009.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada awal November 2009 sempat menyentuh level Rp 9.570, setelah kemudian terus menguat terhadap dolar AS. Bahkan rupiah mencapai nilai tertingginya terhadap dolar di level Rp 8.466/US$ di Agustus 2011.

Sejak saat itu, rupiah kembali loyo hingga level terendahnya terhadap dolar AS tepat pada hari ini, Rabu (7/11/2012) pada pukul 13.00 di level Rp 9.635/US$.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sumber detikFinance di Bank Indonesia (BI) menyampaikan pergerakan rupiah memang terus melemah dikarenakan kondisi dari dalam negeri yang tidak sehat. Bukan soal perekeonomiannya, namun justru kepada soal kondisi sosial politik.

"Rupiah melemah memang sentimen lagi tidak bagus ke RI. Demo buruh, infrastruktur, teroris, politik dan BBM yang tak kunjung naik," terang seorang sumber di internal Bank Indonesia.

Pengamat pasar uang Farial Anwar justru menyampaikan pergerakan nilai tukar rupiah ini sangat anomali dengan pergerakan positifnya perekonomian RI. Alasan BI tersebut dimentahkan Farial. Menurutnya, demo buruh hingga masalah teroris di Indonesia hanya faktor kecil saja.

"Rupiah itu bergerak anomali. Demo buruh itu kan baru kemarin, teroris juga itu kecil sekali pengaruhnya. Kita lihat-lah, dari awal tahun itu rupiah terus melemah," ungkap Farial.

Dijelaskan Farial, secara fundamental perekeonomian Indonesia cukup bagus. Apalagi, sambungnya, pergerakan pasar saham cukup positif. "IHSG positif terus, banyak net buyer dari asing. Pasar modal kuat dan dibanjiri dolar. Tapi kenapa rupiah terus melemah," terangnya.

Faktor-faktor yang membuat nilai tukar rupiah ini terus melemah terhadap dolar, menurut Farial tidak jelas.

Ekonom Dradjad Wibowo bahkan mengungkapkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bisa saja tembus ke level Rp 9.800/US$ di akhir tahun 2012 ini.

"Harusnya bahkan sekarang ini ke Rp 9.700/US$. Nantinya bisa Rp 9.600-9.800/US$ tapi memang BI saja yang masih menahan-nahan. Tapi sayang devisanya kepakai untuk sesuatu yang sulit dipertahankan," tegas Dradjad tanpa menyebut alasan rupiah terus melemah.

Ekonom Danamon, Anton Hendranata mengatakan BI memang masih mentolerir pergerakan rupiah yang terus melemah. Hal ini dilakukan untuk memperbaiki Neraca Pembayaran alias Balance of Paymenty (BoP).

"BI masih bisa mentolerir rupiah lemah dalam upaya untuk mendorong pemulihan BoP. Namun kami berharap tekanan berkurang dalam rupiah karena permintaan untuk dolar dapat memperlambat mendekati akhir tahun. Rupiah masih bisa menjangkau Rp 9.450/US$ jika sentimen eksternal membaik dan permintaan dolar reda," tuturnya.
(dru/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads