Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG anjlok 52,922 poin (1,22%) ke level 4.297,502 terkena sentimen negatif dari pasar global. Pasar saham Asia juga berguguran di zona merah.
Pasca terpilihnya kembali Barack Obama sebagai Presiden AS, investor kini mulai fokus kepada kekhawatiran adanya lonjakan anggaran AS serta krisis ekonomi di Uni Eropa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis (8/11/2012), IHSG anjlok 37,198 poin (0,86%) ke level 4.313,226. Sementara Indeks LQ45 jatuh 7,418 poin (0,99%) ke level 743,591.
Saham-saham unggulan menjadi target aksi jual kali ini. Seluruh sektor terkena koreksi, dipimpin oleh indeks sektor tambang dan perdagangan.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 51.575 kali pada volume 1,823 miliar lembar saham senilai Rp 2,367 triliun. Sebanyak 39 saham naik, sisanya 192 saham turun, dan 74 saham stagnan.
Koreksi bursa-bursa di Asia semakin siang semakin dalam. Investor banyak lakukan aksi jual jelang pemilihan perdana menteri China.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai melemah 21,38 poin (1,02%) ke level 2.084,35.
- Indeks Hang Seng anjlok 309,35 poin (1,40%) ke level 21.790,50.
- Indeks Nikkei 225 jatuh 144,18 poin (1,61%) ke level 8.828,71.
- Indeks Straits Times ambles 30,37 poin (1,00%) ke level 3.012,90. Β
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Pudjiadi (PNSE) naik Rp 230 ke Rp 1.180, Multi Prima (LPIN) naik Rp 200 ke Rp 7.400, Indosat (ISAT) naik Rp 200 ke Rp 6.650, Bank Mayapada (MAYA) naik Rp 150 ke Rp 2.650.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 750 ke Rp 20.250, Indocement (INTP) turun Rp 500 ke Rp 22.300, United Tractor (UNTR) turun Rp 400 ke Rp 20.500, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 400 ke Rp 41.550.
(ang/dru)











































