Bank Indonesia (BI) mengklaim perkembangan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS pada Oktober 2012 masih bergerak sesuai kondisi pasar. Meskipun mengalami pelemahan terhadap dolar AS, namun intensitas depresiasi tersebut terlihat menurun.
Demikian penjelasan BI usai Rapat Dewan Gubernur seperti disampaikan Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat BI Dody Budi Waluyo dalam siaran persnya Kamis (8/11/2012).
"Perkembangan nilai tukar rupiah pada Oktober 2012 bergerak sesuai kondisi pasar dengan intensitas depresiasi yang menurun. Hal ini sejalan dengan kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia untuk melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai dengan tingkat fundamentalnya," ungkap BI.
Β
BI memaparkan, rupiah secara point-to-point melemah sebesar 0,36% (mtm) ke level Rp 9.605 per dolar AS atau secara rata-rata melemah 0,41% (mtm) menjadi Rp 9.593 per dolar AS. Intensitas tekanan terhadap rupiah, jelas BI menurun sejalan dengan menurunnya defisit transaksi berjalan dan neraca pembayaran yang kembali mencatat surplus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nilai tukar rupiah terhadap dolar jatuh jatuh ke level Rp 9.635. Angka ini merupakan level terendahnya terhadap dolar AS sejak 2009.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada awal November 2009 sempat menyentuh level Rp 9.570, setelah kemudian terus menguat terhadap dolar AS. Bahkan rupiah mencapai nilai tertingginya terhadap dolar di level Rp 8.466/US$ di Agustus 2011.
Sejak saat itu, rupiah kembali loyo hingga level terendahnya terhadap dolar AS tepat pada, Rabu (7/11/2012) pada pukul 13.00 di level Rp 9.635/US$. Sampai dengan siang ini, Kamis (8/11/2012) rupiah masih bertengger di Rp 9.635/US$. (dru/dnl)











































