Marak Sentimen Negatif dari Pasar Global & Regional

Rekomendasi Saham

Marak Sentimen Negatif dari Pasar Global & Regional

- detikFinance
Jumat, 09 Nov 2012 08:11 WIB
Marak Sentimen Negatif dari Pasar Global & Regional
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin melemah 22 poin di tengah berjatuhannya bursa-bursa di Asia. Sentimen negatif datang dari pasar saham global yang sudah duluan terkoreksi cukup dalam.

Menutup perdagangan, Kamis (8/11/2012), IHSG melemah 22,556 poin (0,52%) ke level 4.327,868. Sementara Indeks LQ45 turun 4,382 poin (0,58%) ke level 746,627.

Semalam, pasar saham Wall Street jatuh untuk hari keduanya pasca pemilihan presiden Amerika Serikat (AS). Maraknya aksi jual membuatnya terpangkas lebih dari satu persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat, Indeks Dow Jones merosot 120,95 poin (0,94%) ke level 12.811,78. Indeks S&P 500 anjlok 16,99 poin (1,22%) ke level 1.377,54, sementara Indeks Komposit Nasdaq jatuh 41,71 poin (1,42%) ke level 2.895,58.

Hari ini, masih maraknya sentimen negatif dari bursa global dan regional membuat IHSG diprediksi akan kembali tertekan hari ini. Indeks akan kondolidasi dulu.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 jatuh 98,30 poin (1,11%) ke level 8.738,85.  
  • Indeks KOSPI anjlok 32,16 poin (1,68%) ke level 1.882,25.  

Rekomendasi saham untuk hari ini:
Panin Sekuritas
IHSG kemarin ditutup melemah menyusul sentimen negatif dari Wallstreet. Presiden AS yang baru terpilih kembali dalam pilpres, Barack Obama, kini harus menghadapai negosiasi dengan kongres untuk menghindar dari apa yang namanya fiscal cliff senilai lebih dari USD600M dalam bentuk penaikan pajak dan pemotongan belanja negara yang mengancam pertumbuhan ekonomi AS. Dari Eropa, komentar ECB juga menyumbang sentimen negatif karena kekuatiran akan krisis utang yang ditakutkan membawa dampak negatif kepada pertumbuhan ekonomi Jerman. Komisi Eropa menurunkan proyeksi pertumbuhan 17 negara euro 2013 dari 1% menjadi 0,1%. Untuk Jerman sendiri diturunkan dari 1,7% menjadi 0,8%. Pada perdagangan terakhir pekan ini IHSG diproyeksikan akan bergerak mendatar dengan kecenderungan menguat. Meski sempat turun tajam pada perdagangan kemarin, akan tetapi IHSG masih dapat ditutup diatas level psikologis 4.300. Kisaran support-resistance hari ini 4.290-4.365. Saham pilihan : CPIN, SSIA, GIAA, MDRN.

eTrading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup turun 22,56 poin (-0,51%) ke level 4.327,87 dengan jumlah transaksi sebanyak 8,4 juta lot atau setara Rp5,38 triliun.

Hampir seluruh sektor mengalami penurunan, kecuali sektor misc-industry(+0,53%). Tercatat sebanyak 72 saham mengalami penguatan, 168 saham mengalami penurunan, 96 saham tidak mengalami perubahan dan 130 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menempati top gainers a.I ASII(+0,65%), CPIN(+1,55%), NISP(+6,57%), MAYA(+6,00%), dan VIVA(+3,33%). Sementara itu saham-saham yang menempati top losers a.I. PGAS(-2,08%), BMRI(-1,17%), MNCN(-4,85%), BMTR(-4,44%), dan BBCA(-0,59%).

Asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp218,13 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. MNCN, KLBF, UNTR, PGAS, dan SMGR. Mata uang Rupiah terdepresiasi ke 9.632 per Dollar AS.

Secara teknikal penurunan IHSG kemarin merupakan bagian konsolidasi lanjutan, dilihat dari stochastic yang sudah mulai tertahan penurunannya, begitupun dengan MACD Histogram, sehingga untuk perdagangan besok IHSG kembali berpeluang konsolidasi terbatas dan kecenderungan mixed dengan support 4272 dan resistance 4362.

Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah: PTPP, MAPI, WIKA.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads