Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), pada akhir September lalu saham SUGI masih berada di level Rp 100 per lembar, kemudian meninggi karena sentimen positif pasar. Rencana manajemen SUGI melakukan pengeboran perdana salah satu sumur eksplorasi di Blok Lemang PSC, Propinsi Jambi diduga menjadi pendorong kenaikan saham perseroan.
Saham Sugi langsung mengalami kenaikan lebih dari 50%. Pada 30 Oktober lalu saham perseroan naik ke level Rp 124 per lembar, dan kembali naik menjadi Rp 160 per lembar di 6 November lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, aktivitas persiapan pengeboran perdana sumur Selong-1 telah tuntas. Eksploitasi telah dilakukan September lalu. Perseroan memiliki participating interest pada blok Lemang sebesar 49% melalui Eastwin Global Investments, Ltd
"Kami berharap dapat menyampaikan penjelasan terperinci atas hasil yang diperoleh dari pengeboran pada sumur eksplorasi Selong-1 tersebut kepada publik dan otoritas dalam beberapa pekan ke depan," ucapnya.
Β
Blok Lemang memiliki luas area sebesar 3,890 square kilometer terletak di Propinsi Jambi, dengan Sumatera sub-basin. PT Hexindo Gemilang Jaya, anak perusahaan dari Ramba Energy Limited (perusahaan publik di Singapura) memiliki 51% working interest di Blok Lemang dengan kontrak PSC sampai dengan tahun 2037. Sisa working interest dimiliki oleh Eastwin Global Investment Ltd. Hexindo merupakan operator untuk Blok Lemang.
Saham SUGI masuk indeks syariah sesuai keputusan Ketua Bapepam-LK Nomor:Kep-429/BL/2012. Sugih Energy tercatat memiliki kapitalisasi pasar Rp 2,64 triliun.
(wep/ang)











































