Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (9/11/2012), IHSG ditutup naik tipis 5,772 poin (0,13%) ke level 4.333,640. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat tipis 0,338 poin (0,05%) ke level 746,965.
Sedangkan Wall Street mengakhiri koreksi tajam dua hari dengan naik tipis di akhir pekan. Data kepercayaan konsumen yang lebih tinggi dari prediksi berhasil mendorong indeks menguat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini, IHSG masih sensitif terhadap pergerakan pasar saham global. Indeks diprediksi masih akan konsolidasi dengan koreksi yang mulai terbatas.
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melemah 47,19 poin (0,54%) ke level 8.710,41. Β
- Indeks KOSPI turun 6,26 poin (0,33%) ke level 1.898,15. Β
Rekomendasi saham untuk hari ini:
Panin Sekuritas
IHSG pada perdagangan terakhir pekan lalu ditutup menguat tipis. Setelah sepanjang perdagangan bergerak di zona merah, akhirnya IHSG ditarik menguat ke zona hijau. Pergerakan indeks masih dibayangi oleh issue fiscal cliff. Selain itu perkembangan Yunani terkait usahanya dalam mendapatkan dana bantuan juga memberikan sentiment negatif. Menteri keuangan kawasan Eropa saat ini sedang menunggu laporan lengkap Yunani terkait persyaratan-persyaratan yg telah dipenuhi untuk mendapatkan dana bantuan. Kemarin Yunani juga telah mendapat persetujuan parlemennya untuk memotong anggaran agar masuk dalam persyaratan dana bantuan. Dana bantuan Yunani diperkirakan baru akan keluar pada akhir bulan ini. Mengawali pekan ini kami proyeksikan indeks akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Kami melihat sektor finansial, properti, dan konstruksi masih dapat menjadi saham pilihan trading pada hari ini. Kami proyeksikan indeks akan bergerak pada kisaran support-resistance 4.300-4.350. Saham pilihan : ADHI, MTDL, MYOR, WIKA, BBNI.
eTrading Securities
Pada perdagangan akhir pekan lalu, IHSG ditutup naik 5,77 poin (+0,13%) ke level 4.333,64 dengan jumlah transaksi sebanyak 6,42 juta lot atau setara Rp3,98 triliun.
Seluruh sektor mengalami penutupan yang bervariasi, yaitu sektor agriculture(-1,02%), mining(+0,15%), basic-industry(+0,41%), misc-industry(+0,12%), consumer(-0,16%), property(-0,15%), infrastructure(-0,46%), finance(+0,97%), trade(-0,34%), dan manufacture(+0,08%).
Tercatat sebanyak 104 saham mengalami penguatan, 115 saham mengalami penurunan, 116 saham tidak mengalami perubahan dan 130 saham tidak diperdagangkan sama sekali.
Saham-saham yang menempati top gainers a.I BMRI(+1,78%), BBCA(+1,18%), INTP(+2,44%), BDMN(+2,46%), dan SMCB(+4,32%). Sementara itu saham-saham yang menempati top losers a.I. PGAS(-2,66%), UNTR(-3,88%), UNVR(-0,95%), EMTK(-5,11%), dan SMGR(-1,01%).
Asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp88,26 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. PGAS, MNCN, UNTR, KLBF, dan SMGR. Mata uang Rupiah terdepresiasi ke 9.634 per Dollar AS.
Secara teknikal kenaikan IHSG akhir pekan lalu merupakan bagian konsolidasi lanjutan, hampir semua indikator masih memberikan sinyal bearish, RSI,ADX,MACD, namun masih ada stochastic yang sedikit melandai yang memberikan sinyal penurunan sudah semakin terbatas. Untuk perdagangan senin kami melihat IHSG akan mengalami sentimen mixed dengan kecenderungan menguat terbatas. Support di 4272 dan resistance di 4362. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah: INTP, BMRI dan AKRA.
(ang/ang)











































