Minim Sentimen Positif, IHSG Berkurang 4 Poin

Minim Sentimen Positif, IHSG Berkurang 4 Poin

- detikFinance
Senin, 12 Nov 2012 09:36 WIB
Minim Sentimen Positif, IHSG Berkurang 4 Poin
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berkurang 4 poin menyusul minimnya sentimen positif dari pasar regional. Positifnya pasar global akhir pekan lalu belum mampu membuat indeks bergerak ke zona hijau.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka stagnan di posisi Rp 9.620 per dolar AS sama seperti posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Pada perdagangan preopening, IHSG menipis 4,507 poin (0,10%) ke level 4.329,133. Sedangkan Indeks LQ45 berkurang 1,151 poin (0,15%) ke level 745,814.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Membuka perdagangan awal pekan, Senin (12/11/2012), IHSG turun 8,623 poin (0,20%) ke level 4.325,017. Indeks LQ45 melemah 1,989 poin (0,27%) ke level 744,976.

Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG berkurang 5,088 poin (0,12%) ke level 4.328,552. Sementara Indeks LQ45 turun 1,864 poin (0,25%) ke level 745,101.

Akhir pekan lalu, IHSG naik tipis 5 poin setelah seharian 'nongkrong' di teritori negatif. Aksi beli jelang penutupan perdagangan kembali berjasa membawa indeks ke zona hijau.

Sedangkan Wall Street mengakhiri koreksi tajam dua hari dengan naik tipis di akhir pekan. Data kepercayaan konsumen yang lebih tinggi dari prediksi berhasil mendorong indeks menguat.

Bursa-bursa di Asia bergerak mixed dengan kecenderungan melemah di awal pekan ini. Hanya bursa saham China yang berhasil menguat.

Berikut situasi di bursa-bursa Asia pagi hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 1,49 poin (0,07%) ke level 2.070,56.  
  • Indeks Hang Seng melemah 28,30 poin (0,13%) ke level 21.356,08.  
  • Indeks Nikkei 225 turun 57,95 poin (0,66%) ke level 8.699,65.  
  • Indeks Straits Times menipis 3,93 poin (0,13%) ke level 3.005,63.  
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka stagnan di posisi Rp 9.620 per dolar AS sama seperti posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu.


(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads