Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan di posisi Rp 9.620 per dolar AS sama seperti posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG turun 8,623 poin (0,20%) ke level 4.325,017 menyusul minimnya sentimen positif dari pasar regional. Positifnya pasar global akhir pekan lalu belum mampu membuat indeks bergerak ke zona hijau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG melemah 11,168 poin (0,26%) ke level 4.322,472 di tengah sepinya transaksi. Minimnya sentimen positif dari luar dan dalam negeri membuat investor sedikit menahan diri.
Aksi jual makin marak terjadi memasuki perdagangan sesi sore. Saham-saham lapis dua memimpin pelemahan, diikuti saham unggulan berbasis komoditas.
Menutup perdagangan awal pekan, Senin (12/11/2012), IHSG terpangkas 15,049 poin (0,35%) ke level 4.318,591. Sementara Indeks LQ45 terkoreksi 3,910 poin (0,52%) ke level 743,055.
Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 91.664 kali pada volume 4,43 miliar lembar saham senilai Rp 3,812 triliun. Sebanyak 100 saham naik, sisanya 120 saham turun, dan 110 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia mengakhiri perdagangan awal pekan dengan bergerak mixed. Kekhawatiran akan masuknya Jepang ke masa resesi ekonomi membuat pelaku pasar Asia sedikit menahan diri dalam bertransaksi.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional hingga sore hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai menguat 10,21 poin (0,49%) ke level 2.079,27. Â
- Indeks Hang Seng naik 45,92 poin (0,21%) ke level 21.430,30. Â
- Indeks Nikkei 225 melemah 81,16 poin (0,93%) ke level 8.676,44. Â
- Indeks Straits Times turun 2,96 poin (0,10%) ke level 3.006,60. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indosat (ISAT) naik Rp 150 ke Rp 6.650, Bayan (BYAN) naik Rp 150 ke Rp 10.450, BCA (BBCA) naik Rp 150 ke Rp 8.700, dan Lippo Insurance (LPGI) naik Rp 130 ke Rp 1.830.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Inti Bangun (IBST) turun Rp 850 ke Rp 4.650, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 700 ke Rp 40.900, Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 700 ke Rp 13.600, dan Gudang Garam (GGRM) turun Rp 400 ke Rp 47.200.
(ang/dru)











































