Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka bertambah 0,907 poin (0,02%) ke level 4.319,498 sebelum akhirnya jatuh ke zona merah terkena sentimen negatif pasar regional yang kompak melemah
Indeks bergerak fluktuatif merespons sentimen yang bervariasi dari pasar global dan regional. Aksi beli selektif terjadi di saham-saham yang kemarin sudah terkena koreksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa (13/11/2012), IHSG naik 9,951 poin (0,23%) ke level 4.328,542. Sementara Indeks LQ45 menguat 1,015 poin (0,14%) ke level 744,070.
Delapan sektor berhasil menguat, dipimpin saham-saham berbasis konstruksi dan infrastruktur. Dua sektor masih melemah akibat aksi jual, yaitu tambang dan aneka industri.
Volume transaksi hari ini naik tinggi akibat aksi tutup sendiri di PT Hero Supermarket Tbk (HERO) senilai Rp 1,4 triliun di pasar negosiasi. Transaksi dilakukan broker CLSA Indonesia (KZ).
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 61.142 kali pada volume 3,974 miliar lembar saham senilai Rp 2,982 triliun. Sebanyak 121 saham naik, sisanya 91 saham turun, dan 93 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia masih terjebak di zona merah hingga siang hari ini. Sentimen negatif dari pasar global, seperti 'fiscal cliff' AS, masih membayangi pelaku pasar.
Berikut situasi di bursa-bursa regional hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai anjlok 29,23 poin (1,41%) ke level 2.050,05. Â
- Indeks Hang Seng melemah 192,03 poin (0,90%) ke level 21.238,27. Â
- Indeks Nikkei 225 turun 41,75 poin (0,48%) ke level 8.634,69. Â
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.250 ke Rp 39.650, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 450 ke Rp 46.750, Mayora (MYOR) turun Rp 300 ke Rp 20.050, dan Pudjiadi (PNSE) turun Rp 220 ke Rp 900.
(ang/dru)











































