Menutup perdagangan, Rabu (14/11/2012), IHSG menguat 19,200 poin (0,44%) ke level 4.351,284. Sementara Indeks LQ45 menanjak 3,636 poin (0,49%) ke level 748,278.
Wall Street AS mengakhiri kejatuhannya dalam tiga haru berturut-turut. Saham-saham di bursa AS 'menghijau' di tengah munculnya sinyal dari para pemimpin politik untuk mengkompromikan kebijakan fiscal cliff atau jurang fiskal yang diajukan Presiden Barack Obama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini, IHSG diprediksi akan menguat terbantu oleh sentimen positif dari pasar Asia setelah China memilih pemimpin baru. Akan tetapi, pergerakan indeks juga masih akan dibayangi oleh sentimen jurang fiskal AS.
Pergerakan bursa-bursa di regional pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melonjak 146,36 poin (1,62%) ke level 9.170,52. Â
- Indeks KOSPI menanjak 11,82 poin (0,64%) ke level 1.872,65. Â
Rekomendasi saham untuk hari ini:
Panin Sekuritas
IHSG pada perdagangan terakhir menjelang libur panjang akhir pekan kemarin berhasil ditutup menguat +0,44%. Menguatnya indeks didorong oleh aksi beli pada saham second liner menjelang penutupan. Investor regional juga tampak merespon positif akan spekulasi Spanyol akan segera meminta dana bantuan. Dan kabar ini juga yang menekan turun yield obligasi Spanyol. Selain itu berita berakhirnya pertemuan partai berkuasa di China untuk memilih pemimpin baru juga direspon positif oleh pelaku pasar. Di sisi lain pergerakan pasar beberapa waktu mendatang tampaknya masih akan dibayangi oleh isu fiscal cliff yang masih mempengaruhi pergerakan Wall Street sebelum ada kesepakatan mengenai anggaran Amerika 2013 dan waktunya hanya tinggal 1,5 bulan lagi sebelum fiscal cliff ini aktif secara otomatis. Mengawali pekan ini IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak mix dengan kecenderungan menguat. Kisaran support-resistance 4.330-4.385.
Â
eTrading Securities
Pada perdagangan terakhir pekan lalu, IHSG ditutup naik 19,20 poin (+0,44%) ke level 4.351,28 dengan jumlah transaksi sebanyak 10,9 juta lot atau setara Rp4,59 triliun.
Hampir seluruh sektor mengalami kenaikan, kecuali sektor agri(-0.68%), mining(-0.09%), infrastructure(-0.00%) dan sektor trade(-0,02%). Tercatat sebanyak 122 saham mengalami penguatan, 96 saham mengalami penurunan, 116 saham tidak mengalami perubahan dan 132 saham tidak diperdagangkan sama sekali.
Saham-saham yang menempati top gainers a.I BMRI(+2.96%), ASII(+1.31%), UNVR(+1.16%), BBRI(+0.69%) dan BBCA(+0.56%). Sementara itu saham-saham yang menempati top losers a.I. PGAS(-1.61%), INCO(-3.85%), GGRM(-1.07%), INDF(-1.72%), dan AMRT(-3.85%).
Asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp189,25 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. ASII, TLKM, INDF, UNTR, dan MNCN. Mata uang Rupiah terapresiasi ke 9.630 per Dollar AS.
Secara teknikal kenaikan akhir pekan lalu masih dalam tahap konsolidasi, namun dengan melihat teknikal indicator Stochastic sudah mulai mengarah ke area postif dan MACD meningkat tampaknya konsolidasi sudah akan berakhir. Adapun saham-saham yang dapt diperhatikan adalah: ISAT, GJTL, PTPP, WIKA, SMGR, SSIA.
(ang/ang)











































