Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan di posisi Rp 9.640 per dolar AS sama seperti posisi pada penutupan perdagangan terakhir pekan lalu.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka berkurang 8,175 poin (0,19%) ke level 4.343,109 pasca libur panjang akhir pekan lalu. Investor mulai lakukan aksi ambil untung menanggapi posisi indeks yang pada perdagangan terakhir naik cukup tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG melorot 32,092 poin (0,74%) ke level 4.319,192 erkena aksi ambil untung. Saham-saham tambang dan bank terkena koreksi paling dalam.
Indeks sempat jatuh ke posisi terendahnya hari ini di 4.296,219 akibat tekanan jual tersebut. Tiga sektor masih berhasil menguat meski tipis, yaitu sektor tambang, aneka industri dan perdagangan.
Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (19/11/2012), IHSG jatuh 37,845 poin (0,87%) ke level 4.313,439. Sementara Indeks LQ45 terpangkas 8,631 poin (1,15%) ke level 739,647.
Saham-saham tambang awalnya terkoreksi cukup tajam akibat aksi ambil untung investor asing. Namun, aksi beli jelang penutupan berhasil membawa indeks sektor tambang ke zona hijau.
Saham-saham unggulan berbasis agrikultur, konsumer dan finansial menjadi bulan-bulanan investor. Ketiga sektor itu terkoreksi lebih dari satu persen dan memimpin koreksi pasar hari ini.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 131.536 kali pada volume 4,31 miliar lembar saham senilai Rp 4,877 triliun. Sebanyak 86 saham naik, sisanya 146 saham turun, dan 103 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia menutup perdagangan awal pekan dengan kompak menguat di zona merah. BEI menjadi satu-satunya pasar saham yang terkena koreksi di regional.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai naik tipis 2,26 poin (0,11%) ke level 2.016,98. Â
- Indeks Hang Seng menguat 103,05 poin (0,49%) ke level 21.262,06.
- Indeks Nikkei 225 melonjak 129,04 poin (1,43%) ke level 9.153,20. Â
- Indeks Straits Times naik 9,85 poin (0,33%) ke level 2.955,48. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 2.000 ke Rp 40.950, Bayan (BYAN) naik Rp 350 ke Rp 10.950, Sona Topas (SONA) naik Rp 150 ke Rp 3.050, dan MNC (MNCN) naik Rp 150 ke Rp 2.500.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 750 ke Rp 19.200, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 600 ke Rp 15.600, Unilever (UNVR) turun Rp 500 ke Rp 25.650, dan Indocement (INTP) turun Rp 500 ke Rp 22.500.
(ang/dru)











































