Porsi saham yang akan dilepas ke publik sebanyak 32% dari total modal disetor perseroan atau setara 3 miliar lembar saham. Dengan target dana Rp 1,1 triliun, maka kisaran harga saham perdana Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya ini sekitar Rp 366 per lembar.
Deputi Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis Kementerian BUMN, Pandu Djajanto menjelaskan, kisaran harga yang saham Waskita yang ditawarkan ke publik akan mengacu pada harga BUMN Karya yang terlebih dahulu melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pandu menambahkan, nantinya investor untuk perusahaan pelat merah ini ditargetkan sebagian besar datang dari dalam negeri.
"Roadshow luar negeri Singapore Malaysia, dan Hongkong. Dalam negeri Surabaya dan Jakarta. Investor 90% domestik dan 10% asing," tambahnya.
Dana yang didapat dari hasil korporasi itu akan digunakan perseroan untuk menambah modal dan pengembangan bisnis.
"Sebanyak 40% untuk bisnis development, 60% untuk perbaikan modal. Struktur sekarang equity Waskita kan yang paling kecil daripada yang lain," kata Direktur Utama Waskita M Choliq kemarin.
(ang/ang)











































