Sentimen Jurang Fiskal AS Menekan IHSG

Rekomendasi Saham

Sentimen Jurang Fiskal AS Menekan IHSG

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Rabu, 21 Nov 2012 08:20 WIB
Sentimen Jurang Fiskal AS Menekan IHSG
Ilustrasi foto: Angga/detikFinance
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin berakhir datar setelah naik-turun zona merah dan hijau. Kekhawatiran krisis Uni Eropa yang kembali mencuat membuat investor makin berhati-hati.

Menutup perdagangan, Selasa (20/11/2012), IHSG menipis 1,073 poin (0,02%) ke level 4.312,366. Sementara Indeks LQ45 naik tipis 0,144 poin (0,02%) ke level 739,791.

Wall Street mengakhiri reli dua hari menyusul komentar Gubernur The Federal Reserve Ben Bernanke mengenai jurang fiskal Amerika Serikat (AS). Indeks berakhir datar akibat lesunya aksi beli.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat, Indeks Dow Jones melemah 7,45 poin (0,06%) ke level 12.788,51. Tapi Indeks Standard & Poor's 500 naik tipis 0,93 poin (0,07%) ke level 1.387,82. Indeks Komposit Nasdaq bertambah 0,61 poin (0,02%) ke level 2.916,68.

Hari ini, IHSG diprediksi akan kembali mengalami pelemahan setelah The Fed mengakui AS tidak akan bertahan tanpa adanya jurang fiskal. Meski demikian, indeks akan mendapat sentimen positif dari bursa Asia.

Pergerakan bursa-bursa di regional pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 menguat 81,08 poin (0,89%) ke level 9.223,72.  
  • Indeks KOSPI naik 7,52 poin (0,40%) ke level 1.897,70.  

Rekomendasi saham untuk hari ini:
eTrading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup turun 1,07 poin (-0,02%) ke level 4.312,37 dengan jumlah transaksi sebanyak 9,58 juta lot atau setara Rp4,24 triliun.

Hampir seluruh sektor mengalami penurunan, kecuali sektor consumer(+0,79%) dan infrastructure(+0,53%), finance(+0,07%), dan trade(+0,27%). Tercatat sebanyak 104 saham mengalami penguatan, 145 saham mengalami penurunan, 93 saham tidak mengalami perubahan dan 124 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menempati top gainers a.I BBCA(+2,91%), UNVR(+1,36%), TLKM(+1,08%), ITMG(+2,56%), dan GGRM(+1,08%). Sementara itu saham-saham yang menempati top losers a.I. ASII(-1,28%), BDMN(-4,03%), SMCB(-6,00%), GEMS(-10,42%), dan BBNI(-2,03%).

Asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp155,96 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. ASII, BMRI, BBNI, BDMN, dan SMCB. Mata uang Rupiah terdepresiasi ke 9.640 per Dollar AS.

IHSG masih terus melanjutkan konsolidasinya dimana MACD Histogram membentuk penurunan lagi dan membuat semakin dalam, sinyal stochastic telah mencapai area oversold dan 2 bar volume menunjukan tekanan jual, walaupun tekanan jual telah menurun. Untuk perdagangan hari ini kami perkirakan IHSG akan terus melemah dengan support di 4230 dan resistance di 4330.

Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah : JPFA, HRUM, RALS.

Trust Securities
Perkiraan kami akan bertahannya IHSG dalam zona hijau setelah melihat kondisi bursa saham Asia hingga AS yang dalam kondisi positif terhalangi oleh rilis berita pemangkasan rating utang Perancis oleh Moody’s. Bursa saham Asia, terutama HSI, yang di awal perdagangan naik cukup signifikan dan memberikan imbas positif bagi IHSG pun tidak kuat menahan sentimen negatif tersebut dan akhirnya tumbang bersama dengan beberapa bursa saham Asia lainnya. Di sisi lain, akan adanya pertemuan Uni Eropa untuk membahas pemberian bailout selanjutnya bagi Yunani membuat pelaku pasar kembali bersikap wait & see dan memperlambat ritme perdagangan. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.345,50 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.290,42 (level terendahnya) jelang akhir sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.312,37. Volume perdagangan tercatat naik dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.

Pada perdagangan Rabu (21/11) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.278-4.298 dan resistance 4.325-4.334. Berpola spinning dan kembali mendekati lower bollinger bands. MACD tertahan membentuk goldencross dengan histogram negatif yang mendatar. RSI, William's %R, dan Stochastic kembali bergerak melemah ke area oversold. Secara teknikal bila, level 4.300 gagal bertahan maka IHSG akan melengkapi pembentukan pola three black crows sebelum akhirnya dapat mengalami upreversal kembali. Dari peluang yang ada, terlihat bahwa IHSG berpotensi alami pelemahan kembali bila sentimen yang ada tidak cukup positif namun, diharapkan bersifat terbatas seiring positifnya bursa saham AS dan Eropa.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads