3 Indeks Sektoral Ini Dorong IHSG ke Level 5.000

3 Indeks Sektoral Ini Dorong IHSG ke Level 5.000

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Kamis, 22 Nov 2012 10:50 WIB
3 Indeks Sektoral Ini Dorong IHSG ke Level 5.000
Jakarta - Pelaku pasar modal masih optimistis terhadap kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tahun depan. Posisi indeks sesuai konsensus akan bertengger pada level 5.000, atau akan mengalami kenaikan 16-18% dibandingkan posisi saat ini 4.300-an.

Menurut Analisa Teknikal dari Universal Broker, Satrio Utomo kenaikan indeks tahun depan dipicu aliran dana asing yang lebih banyak. Asing semakin masif menggelontorkan dana pada seluruh instrumen investasi, termasuk saham yang menjadi favorit.

"Saya yang masih percaya tahun ini (IHSG) tidak akan mencapai 5.000, tapi untuk tahun depan bisa dimungkinkan. Secara teknikal konsesus menyentuh 4.700," katanya di Jakarta, Kamis (22/11/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Likuiditas dunia juga diprediksi semakin meningkat, hingga berimbas pada pasar modal Indonesia. Potensi kenaikan IHSG juga didorong oleh efek pra pemilu.

Satrio menyebut, dengan kebijakan pemerintah dalam pembangunan infrastruktur, menjadikan saham-saham sektor konstruksi dan semen diprediksi berpotensi naik lebih tinggi dibandingkan saham lain.

"Indonesia di tahun mendatang pertumbuhan di-drive oleh infratruktur. Saham-saham konstruksi dan semen menurut saya akan baik tahun depan," tuturnya.

Saham sektor properti juga menjanjikan tahun depan. Kenaikan aturan DP minimal 30% memang berdampak penurunan permintaan KPR sejak pertengahan tahun.

Namun hal ini jangan terlalu dikhawatirkan. Aturan kenaikan DP justru akan membentuk keseimbangan portofolio kredit perumahan baru dan menjadikannya lebih sehat. Sektor properti diprediksi dapat mengalami peningkatan 15-20%.

Direktur Utama PT Schroders Asset Management Michael Tjoajadi memaparkan, kenaikan saham sektor properti telah terlihat pada awal 2012. Pertumbuhan laba per saham (earning per share) sektor ini tertinggi, posisi year to date sudah meningkat 53,8%.

Menurutnya, investor melakukan apresiasi terhadap pertumbuhan kinerja saham-saham properti hingga tahun depan. Dorongan utama kenaikan saham properti adalah tumbuhnya bisnis, khususnya peningkatan permintaan pada lahan industri.

(wep/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads