Membuka perdagangan, IHSG menipis 3,090 poin (0,07%) ke level 4.314,187 akibat sentimen yang mixed di pasar global. Aksi beli selektif berhasil membawa indeks ke teritori positif secara perlahan.
Aksi beli di saham-saham unggulan berhasil membalikan arah IHSG. Indeks pun lambat laun naik ke zona hijau. Posisi terendah indeks hari ini di level 4.308,385.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham tambang jadi pemberat bursa hari ini dengan koreksi yang paling tajam di antara sektor lainya. Untungnya, delapan sektor masih menguat sehingga indeks bertahan di zona hijau.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 70.116 kali pada volume 2,363 miliar lembar saham senilai Rp 2,269 triliun. Sebanyak 130 saham naik, sisanya 84 saham turun, dan 92 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia masih bergerak mixed dengan kecenderungan menguat hingga hari ini, hanya pasar saham China yang masih terjebak di zona merah.
Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai melemah 10,77 poin (0,53%) ke level 2.019,55. Â
- Indeks Hang Seng menanjak 138,89 poin (0,65%) ke level 21.663,25. Â
- Indeks Nikkei 225 melonjak 96,11 poin (1,04%) ke level 9.318,63. Â
- Indeks Straits Times menguat 21,64 poin (0,73%) ke level 2.981,94. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 3.050 ke Rp 50.900, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.000 ke Rp 56.000, Mayora (MYOR) naik Rp 300 ke Rp 20.000, dan Indofood (INDF) naik Rp 150 ke Rp 5.700.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 800 ke Rp 41.500, Bayan (BYAN) turun Rp 600 ke Rp 10.400, Adira Finance (AMDF) turun Rp 400 ke Rp 11.800, dan Nipress (NIPS) turun Rp 275 ke Rp 4.600.
(ang/dru)











































