Saham, Investasi Jangka Panjang Paling Cuan

Saham, Investasi Jangka Panjang Paling Cuan

- detikFinance
Kamis, 22 Nov 2012 13:51 WIB
Saham, Investasi Jangka Panjang Paling Cuan
Jakarta - Investasi menurut Warren Buffet versi Indonesia Le Kheng Hong adalah menunda kesuksesan. Untuk itu setiap orang penting berrinvestasi karena bukan hanya hari ini.

Lalu pilihan investasi apa yang paling menguntungkan? Kheng Hong menyebut satu, Saham. Menurutnya saham merupakan investasi produktif.

Sebagai pemegang saham, meskipun kecil, investor ritel juga sah disebut sebagai pemegang saham perusahaan besar yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), seperti PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), atau PT Astra International Tbk (ASII).

"Investasi merupakan kenikmatan yang ditunda. Dan saham yang paling baik, menurut saya. Karena dengan berinvestasi pada saham terjadi produktivitas atas perusahaan tersebut. Secara perlahan nilainya semakin baik," katanya di Unika Atma Jaya, Jakarta, Kamis (22/11/2012).

"Bandingkan dengan emas, kita beli, simpan, dalam 10 tahun tetap 10 gram. Atau dolar. Saya menganggap investasi dolar sama dengan menghancurkan bangsa. Karena kita berharap 'pegang' dolar nilainya naik dan rupiah turun. Atau sama ingin Indonesia kembali ke masa krisis," tambahnya.

Kheng Hong menyarankan berinvestasi pada instrumen saham harus berjangka panjang, meski tidak salah juga melakukannya secara jangka pendek. Dengan membeli saham PT United Tractor Tbk (UNTR) misalkan, dan terus dimiliki dalam jangka 10 tahun, harganya akan berlipat kali.

"Dengan mengambil historis saham-saham pada 2002 hingga 2012 sudah ada kenaikan ribuan atau puluhan ribu kali lipat, seperti UNTR dan Hexindo, yang merupakan kontraktor alat berat. Mereka naik karena periode tersebut permintaan baik karena komoditas sedang tumbuh," paparnya.

Sebagai investor, Kheng Honh juga menyandang status analis saham fundamental. Wajar saja pria dengan rambut putih ini tercatat sebagai 'orang kaya' karena portofolio sahamnya sudah meningkat puluhan ribu kali lipat.

Ia menceritakan memulai investasi saham sejak 1989, lalu portofolionya anjlok paska krisis ekonomi 1998. Namun karena padangan investasinya Kheng Hong jangka panjang dibanding dan menghindari trader, portofolionya kembali naik sangat-sangat tinggi.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Utama BEI Ito Warsito menyebut hal yang sama. Saham jadi investasi paling menguntungkan. Berdasarkan catatannya dalam 10 tahun terakhir IHSG sudah mengalami peningkatan 10 kali lipat dari 425 di 2002 menjadi 4.298 pada posisi per hari ini.

"Ini sudah 10 kali, meski indeks pernah menyentuh angka tertinggi di 4.364. Ini tidak bisa disaingi modus investasi lain," paparnya.

(wep/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads