Saham Produsen Rokok 'Mengepul', IHSG Naik 18 Poin

Saham Produsen Rokok 'Mengepul', IHSG Naik 18 Poin

- detikFinance
Kamis, 22 Nov 2012 16:08 WIB
Saham Produsen Rokok Mengepul, IHSG Naik 18 Poin
Ilustrasi foto: Angga/detikFinance
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 18 poin menyusul aksi beli yang rata-rata dilakukan investor asing. Saham-saham bluechip di sektor konsumer, terutama produsen rokok, memimpin penguatan.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan di posisi Rp 9.640 per dolar AS sama seperti posisi pada penutupan perdagangan kemarin.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menipis 3,090 poin (0,07%) ke level 4.314,187 akibat sentimen yang mixed di pasar global. Aksi beli selektif berhasil membawa indeks ke teritori positif secara perlahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aksi beli di saham-saham unggulan berhasil membalikan arah IHSG. Indeks pun lambat laun naik ke zona hijau. Posisi terendah indeks hari ini di level 4.308,385.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG naik 13,588 poin (0,31%) ke level 4.330,865 didorong aksi beli selektif di saham-saham konsumer. Saham-saham blue chip sektor tambang menjadi pemberat bursa.

Memasuki perdagangan sesi sore, indeks berhasil menghindari zona merah sampai penutupan perdagangan. Aksi beli selektif itu sempat mendorong indeks hingga ke posisi tertingginya di 4.338,291.

Menutup perdagangan, Kamis (22/11/2012), IHSG menguat 18,650 poin (0,43%) ke level 4.335,927. Sementara Indeks LQ45 naik 4,617 poin (0,62%) ke level 74,444.

Investor berburu saham-saham unggulan, terutama berbasis konsumer. Tapi tak semua saham bluechip bisa menguat, sektor komoditas seperti agrikultur dan tambang terkena koreksi akibat aksi ambil untung.

Aksi beli banyak dilakukan investor asing setelah selama ini melakukan aksi jual. Hingga sore ini transaksi asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 144,61 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 126.034 kali pada volume 4,627 miliar lembar saham senilai Rp 4,544 triliun. Sebanyak 142 saham naik, sisanya 87 saham turun, dan 111 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia menutup perdagangan hari ini dengan mixed cenderung menguat. Indeks berhasil bertahan di zona hijau atas sentimen positif dari pasar saham AS meski masih dibayangi ketidakjelasan dana bantuan Yunani.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia hingga sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai turun 14,71 poin (0,72%) ke level 2.015,61. Β 
  • Indeks Hang Seng menanjak 218,84 poin (1,02%) ke level 21.743,20. Β 
  • Indeks Nikkei 225 melonjak 144,28 poin (1,56%) ke level 9.366,80. Β 
  • Indeks Straits Times menguat 25,94 poin (0,88%) ke level 2.986,24. Β 

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 3.150 ke Rp 51.000, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.000 ke Rp 56.000, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 350 ke Rp 16.150, dan Indofood CBP (ICBP) naik Rp 250 ke Rp 7.450.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Bayan (BYAN) turun Rp 1.250 ke Rp 9.750, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 500 ke Rp 41.800, Indocement (INTP) turun Rp 300 ke Rp 22.050, dan Semen Gresik (SMGR) turun Rp 250 ke Rp 14.450.

(ang/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads