Saham yang ditawarkan setara dengan 32% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Ini sudah termasuk 192.645.000 lembar saham baru, atau 2% dari modal ditempatkan untuk Employee Stock Allocation (ESA). Juga dana MESOP, sekitar 288.967.000 saham baru. Nilai nominal ditetapkan Rp 100 per lembar.
Dana IPO sekitar 60% atau sekitar Rp 672 miliar sebagai suntikan modal kerja secara permanen. Dengan modal segar ini, rasio leverage perseroan akan lebih sehat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan sisanya, 40% sebagai pengembangan usaha perseroan. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi yaitu PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas.
Jadwal penawaran awal dilakukan 21 November-3 Desember 2012, dengan target efektif pada 10 Desember 2012. Penawaran umum akan terlaksana 12-14 Desember 2012, dengan penjatahan dan listing di BEI masing-masing pada 17 dan 19 Desember 2012.
Menurut Direktur Utama Bahana Securities, Eko Yuliantoro saham akan ditawarkan ke investor dalam dan luar negeri, ritel dan institusi. Roadshow akan dilakukan ke tiga negara Asia, Singapore Malaysia, dan Hongkong, jua Surabaya dan Jakarta untuk di dalam negeri.
"Asia lebih fokus karena biayanya lebih murah. Investor juga sudah membuka kantornya di Asia. Harga yang ditetapkan juga cukup reasonable," tambah Eko.
Perseroan tercatat memiliki proyek utama diantaranya pembangunan jembatan, bendungan dan waduk dengan nilai Rp 1,5 triliun. Keempat proyek tersebut berlokasi di Jawa Barat, Jawa Tengah NTB dan NAD.
“Tiga dari proyek tersebut dikerjakan melalui kontrak kerjasama operasi (KSO) senilai Rp 870 miliar dan sisanya, berlokasi di NAD dengan nilai proyek sekitar Rp 570 miliar dikerjakan Non KSO,” ungkap Direktur Operasi Waskita, Desi Arryani.
Disamping itu, perseroan juga sedang mengerjakan pembangunan jembatan Pedamaran 1 dan II yang berlokasi di Riau dilaksanakan 2 (dua) tahap. Durasi pertama awal Desember 2008 hingga akhir Desember 2011 dan tahap berikutnya mulai Juni 2012.
Pembangunan Bendungan Pandanduri sepanjang tiga kilometer dengan kebutuhan areal seluas 430 hektare ini didesain menggunakan sistem high level diversion yang juga mendatangkan air dari wilayah Kabupaten Lombok Barat.
"Proses pembangunannya sejak 29 Juni 2012 dikerjakan bersama Waskita Karya (51%) dan PT Brantas Abipraya (Persero) sejak 29 Juni 2012 dan direncakan selesai pada Juni 2014,” tambah Desi.
Janjikan Dividen Rp 75 Miliar
Pada kesempatan yang sama, Choliq menjanjikan dividen kepada pemegang saham pada kisaran Rp 75 miliar untuk tahun buku 2012. Ini setara dengan 30% dari laba yang dibidik perseroan pada level Rp 250 miliar. Sedangkan laba di 2013 akan mencapai Rp 350 miliar.
Choliq menerangkan, hingga Oktober perseroan memperoleh laba Rp 131 miliar dan akan naik Rp 119 miliar hingga Desember. Rasio dividen yang ditetapkan sekitar 30% dari laba Waskita Karya.
"Laba akhir tahun Rp 250 miliar. Dividen 30% untuk tahun pertama sekaligus. Namun kepastiannya akan ditentukan dalam RUPS yang akan terselenggara Mei 2013," kata Choliq.
Laba disumbang oleh pencapaian pendapatan perseroan yang ditetapkan Rp 9 triliun hingga akhir tahun. Pendapatan perseroan tahun depan pun dipercaya mencapai Rp 11,5 triliun.
Berdasarkan catatan, hingga kini perusahaan telah memperoleh kontrak baru Rp 11 triliun dan akan bertambah Rp 1 triliun hingga Desember. Sementara total kontrak perseroan di 2012 diharapkan mencapai Rp 17 triliun, karena ada kontrak peralihan periode sebelumnya (carry over) Rp 5 triliun.
"Kontrak tahun ini akan dideliver 9 triliun, hingga ada potensi carry over Rp 8 triliun. Dengan target penambahan kontrak baru 2013 sekitar Rp 14 triliun, total kontrak di tahun depan mencapai Rp 22 triliun," paparnya.
Perseroan memang banyak mengandalkan kontrak dari sesama BUMN atau BUMD dan swasta. Lima kotrak berjalan yang kini sedang berjalan diantaranya tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa Rp 773,38 miliar, pematangan lahan proyek ekspansi PT Krakatau Steel Rp 524,997 miliar. Tol Tg. Priok E-2 Rp 457,63 miliar, Bandara Kualanamu Paket 4 Rp 435,2 miliar dan Bandara Surabaya Rp 352,909 miliar.
(wep/dru)











































