Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka naik tipis 1,991 poin (0,05%) ke level 4.337,918 akibat aksi beli selektif di saham-saham lapis dua. Indeks dapat semangat dari positifnya bursa-bursa regional.
Aksi beli selektif sempat terjadi di saham-saham lapis dua. Sayangnya, aksi ambil untung semakin siang semakin marak sehingga indeks hanya mampu naik hingga ke posisi tertinggi di 4.342,767 sebelum akhirnya jatuh ke zona merah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Investor asing hingga siang hari ini sudah melakukan pembelian bersih dengan nilai cukup tinggi. Aksi ambil yang banyak dilakukan di saham-saham lapis dua.
Volume transaksi naik cukup tinggi akibat transaksi tiga broker plat merah di pasar negosiasi yaitu, Mandiri Sekuritas (CC), Bahana Securities (DX) dan Danareksa Sekuritas (OD) atas rights issue PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) senilai Rp 1,5 triliun.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 49.300 kali pada volume 3,332 miliar lembar saham senilai Rp 3,272 triliun. Sebanyak 75 saham naik, sisanya 119 saham turun, dan 96 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia masih kompak bertahan di zona hijau meski tanpa bantuan sentimen positif dari pasar global. Pasar saham Jepang melonjak paling tinggi.
Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai menguat 14,68 poin (0,73%) ke level 2.030,29. Â
- Indeks Hang Seng naik 61,83 poin (0,28%) ke level 21.805,03. Â
- Indeks Nikkei 225 melonjak 144,28 poin (1,56%) ke level 9.366,80. Â
- Indeks Straits Times bertambah 1,67 poin (0,06%) ke level 2.988,30. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya J Resources (PSAB) naik Rp 250 ke Rp 5.500, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 250 ke Rp 51.250, Nippon Indosari (ROTI) naik Rp 200 ke Rp 6.250, dan Mayora (MYOR) naik Rp 150 ke Rp 20.000.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 900 ke Rp 40.900, Toba Pulp (INRU) turun Rp 250 ke Rp 1.100, ABM (ABMM) turun Rp 125 ke Rp 3.200, dan Telkom (TLKM) turun Rp 100 ke Rp 9.150.
(ang/dru)











































