Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 9.620 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin Rp 9.640 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka naik tipis 1,991 poin (0,05%) ke level 4.337,918 akibat aksi beli selektif di saham-saham lapis dua. Indeks dapat semangat dari positifnya bursa-bursa regional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG melemah 6,280 poin (0,14%) ke level 4.329,647 akibat aksi jual yang dilakukan investor domestik sementara asing justru memborong saham. Beberapa pelaku pasar mengambil untung memanfaatkan posisi indeks yang kemarin naik.
Makin maraknya aksi ambil untung membuat indeks menghabiskan banyak waktu di zona merah sepanjang perdagangan sesi sore. Indeks juga sempat jatuh ke posisi terendahnya di
Seperti biasa, aksi borong saham di akhir perdagangan menyelamatkan IHSG dari jeratan jaring negatif. Aksi beli itu langsung mendorong indeks naik cukup tinggi.
Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (23/11/2012), IHSG ditutup naik 12,881 poin (0,30%) ke level 4.348,808. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat 1,963 poin (0,26%) ke level 746,407.
Saham-saham bluechip di sektor konsumer dan finansial memimpin penguatan, dibantu oleh saham-saham lapis dua. Sedangkan sektor yang menjadi pemberat perdagangan hari ini adalah komoditas, yaitu agrikultur dan tambang.
Asing sudah sejak pagi lakukan aksi beli. Transaksi investor asing hingga sore hari tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 288,27 miliar di pasar reguler.
Volume transaksi naik cukup tinggi akibat transaksi tiga broker plat merah di pasar negosiasi yaitu, Mandiri Sekuritas (CC), Bahana Securities (DX) dan Danareksa Sekuritas (OD) atas rights issue PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) senilai Rp 1,5 triliun.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 102.263 kali pada volume 5,403 miliar lembar saham senilai Rp 5,088 triliun. Sebanyak 116 saham naik, sisanya 105 saham turun, dan 108 saham stagnan.
Investor di Asia bisa sedikit menghela nafas karena bursa saham AS masih libur sehingga investor tidak dikhawatirkan oleh jurang fiskal AS dan dana bantuan Yunani.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore hari ini.
- Indeks Komposit Shanghai menguat 11,77 poin (0,58%) ke level 2.027,38. Â
- Indeks Hang Seng menanjak 170,78 poin (0,79%) ke level 21.913,98. Â
- Indeks Nikkei 225 melonjak 144,28 poin (1,56%) ke level 9.366,80. Â
- Indeks Straits Times menipis 0,40 poin (0,01%) ke level 2.986,23. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Merck (MERK) naik Rp 2.000 ke Rp 147.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 800 ke Rp 51.800, Nippon Indosari (ROTI) naik Rp 300 ke Rp 6.350, dan Nipress (NIPS) naik Rp 250 ke Rp 4.950.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.450 ke Rp 40.900, Astra Agro (AALI) turun Rp 200 ke Rp 19.750, Lippo Cikarang (LPCK) turun Rp 125 ke Rp 3.375, dan Inovisi (INVS) turun Rp 100 ke Rp 6.350.
(ang/dru)











































