Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 26 poin dan menembus rekor terbarunya sepanjang masa di 4.375. Investor tetap getol berburu saham meski banyaknya sentimen negatif yang beredar dari dunia internasional.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 9.610 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan di Rp 9.650 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG bertambah 6,192 poin (0,13%) ke level 4.355,000 menyusul sentimen positif dari pasar global. Investor masih berhati-hati sambil menanti perkembangan dari Uni Eropa termasuk dana talangan kepada Yunani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG bertambah 6,532 poin (0,15%) ke level 4.355,340 menyusul aksi beli investor di saham-saham konsumer dan perbankan. Krisis utang Uni Eropa dan ekonomi AS masih membayangi para pelaku pasar.
Investor masih menahan diri dalam bertransaksi atas kekhawatiran dari beberapa isu global seperti ekonomi AS dan krisis di Uni Eropa. Aksi jual pun terjadi di saham-saham berbasis komoditas.
Menutup perdagangan, Senin (25/11/2012), IHSG menguat 26,361 poin (0,61%) ke level 4.375,169. Sementara Indeks LQ45 naik 5,619 poin (0,75%) ke level 752,026.
Rekor tertinggi IHSG sebelumnya berada di level 4.364,598 setelah naik 33,233 poin (0,77%) pada Selasa 30 Oktober 2012 lalu.
Maraknya aksi jual di perdagangan sesi sore membuat indeks melompat hingga ke posisi intraday tertingginya sepanjang masa alias rekor baru di 4.377,519. Posisi intraday tertinggi IHSG sebelumnya ada di level 4.366,856 pada hari yang sama.
Aksi beli banyak dilakukan investor domestik. Pemodal asing juga tak mau ketinggalan, hingga sore ini transaksi asing tercatat melakukan pembelian bersih senilai Rp 65,2 miliar di pasar reguler.
Saham-saham komoditas menjadi penghambat laju penguatan bursa hari ini, indeks sektor agrikultur dan tambang melemah cukup dalam. Saham-saham lapis dua menjadi primadona kali ini.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 133.700 kali pada volume 5,02 miliar lembar saham senilai Rp 4,01 triliun. Sebanyak 135 saham naik, sisanya 96 saham turun, dan 107 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia mengakhiri perdagangan awal pekan ini dengan bergerak mixed. Pelaku pasar banyak menahan diri menjelang pertemuan petinggi Uni Eropa dalam menentukan nasib dana talangan Yunani dan Spanyol.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai melemah 9,92 poin (0,49%) ke level 2.017,46. Â
- Indeks Hang Seng turun 52,17 poin (0,24%) ke level 21.861,81. Â
- Indeks Nikkei 225 naik 22,14 poin (0,24%) ke level 9.388,94. Â
- Indeks Straits Times menguat 17,20 poin (0,58%) ke level 3.006,48. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 700 ke Rp 52.500, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 500 ke Rp 56.500, Unilever (UNVR) naik Rp 450 ke Rp 26.900, dan Telkom (TLKM) naik Rp 200 ke Rp 9.400.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 14.700 ke Rp 700.000, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 600 ke Rp 39.750, Lion Metal (LION) turun Rp 550 ke Rp 10.400, dan Lippo Insurance (LPGI) turun Rp 325 ke Rp 2.000.











































