Seperti dikutip dari bahan paparan publik BUMI yang dilaporkan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (27/11/2012), tahun ini perusahaan tambang milik Grup bakrie itu harus membayar utang sebanyak US$ 17 juta saja.
Secara bertahap, utang-utang itu akan jatuh tempo setiap tahunnya dengan nilai yang berbeda. Tahun depan, utang yang harus dilunasi mencapai US$ 254,5 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di 2017 nanti, utang jatuh tempo anak usaha perusahaan kongsi Rothschild dan Bakrie itu sebesar US$ 700 juta. Moodys dan S&P sudah menurunkan outlook utang BUMI itu dari BB- menjadi B+.
Perseroan punya beberapa strategi untuk meningkatkan kembali peringkat utang tersebut, antara lain mencapai produksi batubara 100 juta ton di 2014 yang diharapkan mampu mencapai tingkat EBITDA sekitar 1x selama 2 tahun ke depan.
Selain itu, perseroan juga akan memonetisasi aset-aset non-core untuk memperkuat arus dana dan mempercepat perkembangan aset-aset sambil mengurangi beban bunga atas pinjaman secara cepat.
(ang/dnl)











































