1. Investor Domestik Masih Minim
|
Foto: Getty Images
|
"Jumlah investor kita masih minim. Kalau dibandingkan negara lain, posisi kita kecil. Seperti Hongkong dan Malaysia saja yang tetangga kita, jauh lebih tinggi," tuturΒ Nurhaida di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (28/11/2012).
Padahal jumlah investor domestik yang tinggi dapat menguntungkan industri pasar modal. Karena sewaktu-waktu terjadi penarikan modal secara besar-besaran (capital reversal) dari investor asing, posisi pasar modal masih terjaga.
2. Jumlah Emiten Bagus Relatif Sedikit
|
|
Untuk itu pasar modal Indonesia masih memerlukan lebih banyak emiten berkualitas. Tidak hanya sekedar menjadi perusahaan Tbk dan mendapatkan modal dari publik.
"Kalau dengan Malaysia, jumlah emiten sangat jauh," tuturnya.
Dengan target penambahan emiten rata-rata 25 emiten per tahun, lanjut Nurhaida, dapat lebih ditingkatkan. Ini penting agar investor mempunyai lebih banyak pilihan dalam berinvestasi.
3. Produk Investasi Pasar Modal
|
Foto: Getty Images
|
"Alternatif investasi juga masih terbatas. Derevatif belum berkembang. Dan kami harap tahun 2013 bisa lebih digenjot," papar Nurhaida.
4. Sinkronisasi Aturan
|
|
"Aturan yang ada disikronkan. Sekarang kan terpisah-pisah hingga sulit koordinasi. Nanti (sinkronisasi) akan dilakukan pada OJK," tegas Nurhaida kembali.
5. Jebakan Emiten 'Gorengan'
|
Foto: Getty Images
|
Saham gorengan merupakan investasi yang tidak sehat. Karena pergerakan saham tersebut semu. Saham naik dan turun didorong oleh pihak-pihak yang saling terkait atau sama.
"Ini harus dihindari. Untuk itu kita memiliki Single Investor ID dan diharapkan bisa mencegah," tutup Nurhaida.
Halaman 2 dari 6











































