"Kalau toh pelaksanaan kontraknya itu 2013, tender prosesnya itu baru akan selesai 3 tahun kemudian. Jadi sekitar 2016 dan baru peluncuran," tutur Dirut Telkom Arief Yahya di Kementerian BUMN Jakarta, Rabu (28/11/2012).
Namun untuk memenuhi kebutuhan layanan satelit jangka pendek, Arief mengaku Telkom akan menyewa dari pihak ketiga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arief menjelaskan, Telkom membuka opsi menyewa ke pihak Cina atau Jepang untuk memenuhi kebutuhan slot transponder jangka pendek ini. Untuk rencana ini, Telkom akan menggelontorkan investasi hingga US$30 juta atau Rp 270 miliar selama 1 tahun mulai tahun 2013.
"Kalau 30 transponder berariti US$ 30 juta, kalau sewa akan bertahap karena tidak sekaligus, namun tergantung kebutuhan," tambahnya.
Satelit sewa ini, nantinya hanya akan diperuntukan untuk keperluan komersial atau mitra bisnis Telkom.
"Nah, kalau untuk kebutuhan yang strategis harus telkom sendiri dan itu harus dioperasikan di satelit telkom 1 dan telkom 2," pungkasnya.
Seperti diketahui, Satelit Telkom-3 yang diluncurkan di Kazakhstan, beberapa pekan lalu, dilaporkan tidak mencapai orbit. Satelit yang sempat dilaporkan hilang ini ditemukan masih berada di ketinggian 5 ribu kilometer.
Satelit dengan investasi hampir Rp 2 triliun ini kemungkinan besar tak dapat digunakan kembali setelah gagal mencapai titik orbit 118 derajat di ketinggian 36 ribu kilometer.
(hen/dru)











































