Semen Gresik Minat Miliki Semen Baturaja

Semen Gresik Minat Miliki Semen Baturaja

- detikFinance
Rabu, 28 Nov 2012 13:51 WIB
Semen Gresik Minat Miliki Semen Baturaja
Jakarta - PT Semen Gresik Tbk (SMGR) berniat mengakuisisi kepemilikan pada saham PT Semen Baturaja (Persero). Akuisisi ini dilakukan pasca Semen Gresik berganti nama menjadi Semen Indonesia.

"Kami minat untuk mensinergikan dengan Semen Baturaja, itu kalau manajemen dan pemegang saham menginginkan," kata Direktur Utama SMGR, Dwi Sucipto di Jakarta, Rabu (28/11/2012).

Menurutnya, investasi dalam Semen Baturaja diluar dari aksi penawaran saham perdana (initial public offering) calon anak usahanya tersebut. Dengan memiliki Semen Baturaja, Dwi menilai hal akan memperbaiki posisi Semen Indonesia, seraya memperbaiki nilai tambah (added value).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami akan melakukan pembelian saham bukan di saham yang di IPO-kan, namun di kesempatan lainnya," ucapnya.

"Nanti setelah berubah nama, harapannya ada ketertarikan. Karena selama ini nama Semen Gresik cenderung kedaerahan," tuturnya. Namun Dwi belum bersedia menyampaikan kesiapan dana perseroan dalam rangka akuisisi Semen Gresik tersebut.

Hingga Oktober 2012, penjualan semen perseroan tercatat 18,2 juta ton semen atau tumbuh 13,2% dibandingkan periode yang sama tahun 2011. Untuk konsumsi semen domestik di periode yang sama tumbuh 14,5% atau sebesar 44,6 juta ton.

Perseroan menguasai pangsa pasar domestik sebesar 40,6% dan masih tercatat sebagai market leader. Sedangkan pendapatan SMGR hingga triwulan III-2012 mencapai Rp 13,67 triliun, dengan laba bersih meningkat Rp 3,38 triliun.

Dwi pun menegaskan, perseroan masih membutuhkan modal sekitar Rp 4-Rp 5 triliun per tahun dalam rangka peningkatan kapasitas produksi. Untuk itu perseroan mengkaji penerbitan obligasi untuk memenuhi dana tersebut.

Seperti diketahui, SMGR 14 November 2012 telah melakukan penandatangann kesepakatan penjualan dan pembelian bersyarat denhan Ha Noi Export-Import Stock Company Vietnam untuk menjadi pemegang saham terbesar di salah satu anak usahanya Thang Long Cement.

"Untuk investasi di Vietnam, dalam jangka panjang kami juga melakukan antisipasi pasar ASEAN, namun jangka pendek Vietnam bisa disinergikan dengan kebutuhan dalam negeri. Ini akan menguntungkan pasar domestik karen Thang Long Cement memiliki kapasitas produksi 2,3 juta ton per tahun," tambah Dwi.

(wep/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads