"Sudah ada rencana untuk tahun ini tapi kan awal tahun bunganya tinggi jadi belum dilakukan," kata Achmad di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (28/11/2012).
Tentu saat tingkat bunga obligasi menurun, surat utang siap meluncur ke pasar. Namun ia enggan menyebutkan perkiraan nilai obligasi tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perseroan mengungkapkan, kondisi ekonomi Eropa dan Amerika Serikat di 2012 diprediksi akan lebih baik. Obligasi berdenominasi dollar diperkirakan akan terserap mengingat banyak investor yang tengah memburu instrumen investasi ini.
"Sebenarnya saat ini itu adalah timing yang tepat untuk mengeluarkan issuer bond. Karena banyak yang nyari," pungkasnya.
Tahun depan BRI juga menargetkan pertumbuhan kredit 22-23%, dengan dukungan utama pada pembiayaan sektor mikro. "Kami melihat kondisi tahun depan masih kondusif untuk melakukan ekspansi. Kredit kami targetkan tumbuh sesuai industri aitu 22-23%," tambahnya.
Berdasarkan catatan perseroan, dalam lima tahun terakhir salah satu bank BUMN ini mengalami pertumbuhan rata-rata per tahun 25,62%. Sedangkan, pertumbuhan rata-rata dana pihak ketiga (DPK) per tahun mencapai 22,45% pada periode yang sama.
(wep/ang)











































