Perusahaan Tambang Grup Bakrie Kurangi Utang Pakai 3 Cara Ini

Perusahaan Tambang Grup Bakrie Kurangi Utang Pakai 3 Cara Ini

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Rabu, 28 Nov 2012 15:32 WIB
Perusahaan Tambang Grup Bakrie Kurangi Utang Pakai 3 Cara Ini
Jakarta - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) punya banyak utang yang membebani kinerja keuangan. Utangnya sekitar US$ 3,79 miliar atau setara Rp 36 triliun sampai tahun 2017.

Atas dasar tersebut manajemen berencana melunasi sebagian, khususnya yang akan jatuh tempo dalam dua tahun mendatang senilai US$ 474,57 juta.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan BUMI, Dileep Srivastava menjelaskan, saat sebagain utang dilunasi makan rasio utang terhadap EBITDA akan turun sekitar 1 kali dari saat ini sebesar 2,8 kali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa aksi yang siap dilakukan dalam rangka pengurangan utang antara lain menjual aset non inti perseroan pada anak usaha BUMI, seperti PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), Fajar Bumi Sakti, dan PT Pendopo Energi Batubara. Selain itu Dileep berencana menarik kembali di Recapital Asset Management dan PT Bukit Mutiara

"Kami akan melakukan tiga hal untuk melunasi sebagian utang kami, menarik investasi di Recapital serta menarik piutang di PT Bukit Mutiara," jelas Dileep di Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (27/11/2012).

Ia menambahkan, perseroan tercatat memiliki piutang senilai US$ 260 juta pada Bukit Mutiara. Sedangkan investasi pada Recapital Asset Management US$ 350 juta.

Meski kontrak investasi akan berakhir pada Agustus 2015, BUMI mempertimbangkan untuk menarik sebagian ataupun seluruh investasinya. Aksi ini dilakukan dalam rangka penyehatan struktur keuangan perusahaan grup Bakrie ini.

Pada bagian lain, pelepasan aset non inti Fajar Bumi Sakti dan BRMS, Dileep enggan berkomentar.

(wep/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads