"Kenaikan tahun depan 5%," kata Head of Investor Relations ADRO Cameron Tough di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (28/11/2012).
Perseroan pada awal tahun menargetkan produksi 48 juta ton hingga 51 juta ton. Namun akibat turunnya harga batu bara membuat ADRO hanya menetapkan angka konservatif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, hingga triwulan III-2012 perseroan mampu memproduksi 34 juta ton. Angka ini masih sesuai prediksi perseroan.
Produksi hingga September ini turun 13% menjadi 10,87 juta ton karena beberapa konsumen tidak menggunakan opsi mereka untuk membeli tambahan batubara pada harga yang ditetapkan berdasarkan kontrak.
"Akibatnya volume penjualan juga permintaan juga menurun 23% menjadi 10,99 mt. Karena kompetisi yang tinggi dan rendahnya permintaan untuk jenis lowrank dan juga kebijakan Adaro untuk memprioritaskan marjin laba usaha, volume produksi untuk E(2000) menurun sebesar 38% qoq dan 7% yoy menjadi 1,29 mt," imbuhnya.
(wep/ang)











































