Direktur Keuangan UNTR Gidion Hasan menjelaskan, ekspansi anak usaha grup Astra ini jauh lebih rendah dibandingkan anggaran tahun depan sebesar US$ 600-US$ 700 juta.
"Akibat harga komoditas batubara yang belum kondusif yang menyebabkan klien kami merevisi target produksinya," jelas Gidion dalam konferensi pers acara Investor Summit, Rabu (28/11/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagian besar capex tahun depan memang masih untuk Pamapersada, dan sisanya untuk pengembangan usaha mesin konstruksi," tuturnya.
Pada bagian lain, perseroan juga merevisi target penjualan alat berat Komatsu di tahun 2013. "Untuk tahun depan kami belum bisa memperhitungkan target, meski prospek usaha tahun depan relatif masih menantang, belum akan ada peningkatan yang tajam," paparnya.
Tahun ini saja UNTR telah memangkas target penjualan alat berat sekitar dua kali, dari 8.500 unit menjadi 7.000 unit. Tak lama berselang diturunkan kembalii menjadi 6.200 unit, akibatnya dropnya permintaan.
Namun perseroan tetap berharap, usaha penjualan suku cadang alat berat dapat berkontribusi cukup signifikan untuk mengimbangi penurunan penjualan alat berat.
"Kami harap, kontribusi dari penjualan suku cadang dan kontribusi PT Pamapersada akan mengimbangi penurunan di penjualan alat berat, sehingga secara keseleruhan kami dapat mempertahankan kinerja," kata Gidion.
(wep/dnl)











































