Pengelola restoran KFC, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) membidik pendapatan Rp 4,32 triliun di 2013 atau bertumbuh 13%-15% dari proyeksi akhir tahun ini Rp 3,77 triliun.
Direktur FAST, J D Juwono menjelaskan, kenaikan ini ditopang oleh ekspansi restoran baru yang diperkirakan 25-240 outlet. Sebagian besar restoran baru ini berdiri sendiri (free standing). "Untuk tahun ini penjualan diperkirakan mencapai Rp 3,77 triliun," paparnya dalam keterangan tertulis, Kamis (29/11/2012).
Perusahaan yang mengikat perjanjian waralaba dengan Yum! Restaurants International (YRI) ini diketahui mencatatkan pendapatan bersih Rp 2,61 triliun hingga triwulan III, atau naik tipis dari periode yang sama tahun lalu Rp 2,33 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenaikan upah minimum secara nasional menjadi 14%-15% memberi dampak pada meningktanya biaya operasional restoran. Faktor kenaikan harga komoditas menjadikan perseroan harus menyesuaikan harga beli atas bahan bakunya.
"Faktor negatif yang berdampak pada hasil operasional 2012 yaitu kenaikan 'Financing Charge' berakibat dari penerbitan obligasi pada akhir 2011 menurunkan laba usaha perseroan tetap menjadi 'tax shield' dalam perhitungan beban pajak," imbuhnya.
(wep/ang)











































