Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG berkurang 5,964 poin (0,14%) ke level 4.313,122 membuat anomali dengan melemah sendirian di antara penguatan pasar saham Asia akhir pekan ini. Aksi jual terjadi di saham-saham unggulan.
Aksi jual langsung terjadi di saham-saham unggulan seperti bank dan perkebunan. Sektor konstruksi berhasil menguat dan mendorong IHSG ke posisi tertingginya di 4.321,977.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi ambil untung banyak dilakukan investor domestik, sedangkan pemodal asing hingga siang ini melakukan pembelian bersih dengan nilai cukup besar.
Volume dan nilai transaksi di lantai bursa naik cukup tinggi akibat transaksi di pasar negosiasi terhadap saham PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) senilai Rp 1,1 triliun yang dilakukan oleh dua broker.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 86.758 kali pada volume 4,432 miliar lembar saham senilai Rp 3,504 triliun. Sebanyak 94 saham naik, sisanya 112 saham turun, dan 94 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia masih kompak menguat didorong oleh sentimen positif dari pasar global. Bursa saham Singapura memimpin penguatan siang hari ini.
Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai menanjak 10,94 poin (0,56%) ke level 1.974,43. Â
- Indeks Hang Seng menguat 130,95 poin (0,60%) ke level 22.053,84. Â
- Indeks Nikkei 225 naik 82,37 poin (0,88%) ke level 9.483,25. Â
- Indeks Straits Times melonjak 32,69 poin (1,07%) ke level 3.078,59. Â
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 950 ke Rp 39.050, Adira Finance (ADMF) turun Rp 800 ke Rp 11.000, Astra Agro (AALI) turun Rp 600 ke Rp 18.000, dan Multi Prima (LPIN) turun Rp 550 ke Rp 7.450.
(ang/wep)











































