Jatuh 42 Poin, IHSG Melemah Sendirian di Asia

Jatuh 42 Poin, IHSG Melemah Sendirian di Asia

- detikFinance
Jumat, 30 Nov 2012 16:12 WIB
Jatuh 42 Poin, IHSG Melemah Sendirian di Asia
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh 42 poin akibat aksi ambil untung dan menjadi satu-satunya pasar saham yang melemah di Asia. Saham-saham bank dan perkebunan terkena koreksi paling dalam.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 9.615 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.625 per dolar AS.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG berkurang 5,964 poin (0,14%) ke level 4.313,122 membuat anomali dengan melemah sendirian di antara penguatan pasar saham Asia akhir pekan ini. Aksi jual terjadi di saham-saham unggulan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aksi jual langsung terjadi di saham-saham unggulan seperti bank dan perkebunan. Sektor konstruksi berhasil menguat dan mendorong IHSG ke posisi tertingginya di 4.321,977.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG ambles 28,206 poin (0,65%) ke level 4.290,880 meski bursa-bursa regional melaju cukup kencang. Koreksi saham bank dan perkebunan membuat indeks terjebak di zona merah

Memasuki perdagangan sesi sore, aksi ambil untung semakin marak. Indeks pun langsung terjatuh ke posisi terendahnya di level 4.255,267.

Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (51/11/2012), IHSG jatuh 42,945 poin (0,99%) ke level 4.276,141. Sementara Indeks LQ45 anjlok 726,810 poin (1,58%) ke level 726,810.

Saham-saham bank dan perkebunan bluechip serta saham lapis dua di sektor infrastruktur menjadi bulan-bulanan investor atas aksi ambil untung yang dilakukannya sejak pagi tadi. Ketiga sektor tersebut menjadi pemberat bursa dengan koreksi paling tajam.

Tiga sektor masih berhasil menguat, yaitu industri dasar, konstruksi dan perdagangan. Sayangnya, penguatan mereka belum cukup tinggi dan masih kalah dibandingkan koreksi di tujuh sektor lainnya.

Aksi jual saham ini banyak dilakukan investor lokal. Sementara pemodal asing hingga sore ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 534,03 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 177.752 kali pada volume 8,787 miliar lembar saham senilai Rp 8,808 triliun. Sebanyak 116 saham naik, sisanya 123 saham turun, dan 94 saham stagnan.

Volume dan nilai transaksi di lantai bursa naik cukup tinggi akibat transaksi di pasar negosiasi terhadap saham PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) senilai Rp 1,1 triliun yang dilakukan oleh dua broker.

Bursa-bursa di Asia berhasil mempertahankan momentum penguatan hingga menutup akhir pekan kali ini di teritori positif. Pasar saham Singapura memimpin penguatan di regional.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai menanjak 16,63 poin (0,85%) ke level 1.980,12.  
  • Indeks Hang Seng naik 107,50 poin (0,49%) ke level 22.030,39.  
  • Indeks Nikkei 225 menguat 45,13 poin (0,48%) ke level 9.446,01.  
  • Indeks Straits Times melonjak 31,54 poin (1,04%) ke level 3.077,44.  
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Mayora (MYOR) naik Rp 1.050 ke Rp 20.950, Indocement (INTP) naik Rp 300 ke Rp 23.250, Hero Supermarket (HERO) naik Rp 250 ke Rp 4.400, dan HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 200 ke Rp 57.800.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 750 ke Rp 39.250, Indosat (ISAT) turun Rp 750 ke Rp 5.550, XL Axiata (EXCL) turun Rp 750 ke Rp 5.150, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 600 ke Rp 18.000.
(ang/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads