IHSG Berpeluang Rebound

Rekomendasi Saham

IHSG Berpeluang Rebound

- detikFinance
Senin, 03 Des 2012 07:58 WIB
IHSG Berpeluang Rebound
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan lalu jatuh 42 poin akibat aksi ambil untung dan menjadi satu-satunya pasar saham yang melemah di Asia. Saham-saham bank dan perkebunan terkena koreksi paling dalam.

Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (51/11/2012), IHSG jatuh 42,945 poin (0,99%) ke level 4.276,141. Sementara Indeks LQ45 anjlok 726,810 poin (1,58%) ke level 726,810.

Saham-saham di bursa Wall Street AS 'lompat' 15 menit sebelum mengakhiri perdagangan kemarin dan membuatnya berakhir di jalur hijau. Ini terdorong oleh berita soal adanya pembicaraan di Washington untuk merealisasikan kelanjutan kebijakan jurang fiskal (fiscal cliff).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat, Indeks Dow Jones naik 3,76 poin (0,03%) ke level 13.025,58, indeks S&P500 naik 0,23 poin (0,02%) ke level 1.416,18, namun indeks Nasdaq terpeleset 1,79 poin (0,06%) ke level 3.010,24.

Hari ini, IHSG mendekati area jenuh beli dan punya peluang untuk rebound. Investor juga akan mencermati data inflasi November yang akan dirilis siang ini.

Pergerakan bursa-bursa di regional pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 naik 16,21 poin (0,17%) ke level 9.462,22.  
  • Indeks KOSPI menguat 6.66 poin (0,34%) ke level 1.939,56.  

Rekomendasi saham untuk hari ini:
Panin Sekuritas
IHSG pada perdagangan terakhri pekan lalu ditutup melemah signifikan. Penurunan indeks terjadi ditengah bullish-nya bursa regional Asia menyusul sentimen positif dari persetujuan kabinet Jepang akan paket stimulus ekonomi disamping data produksi industri yang menguat signifikan. Selain Jepang, berita positif datang dari AS, dimana Ekonomi AS Q3/12 tumbuh 2,7% lebih tinggi dari perkiraan awal yang sebesar 2%. Data klaim tunjangan pengangguran juga terus menunjukan perbaikan dengan turun 23.000 menjadi 393.000 orang. Selain itu, ada juga data penjualan pending home sales yang meningkat. Data makro ekonomi AS, pasar juga optimis akan terjadinya kesepakatan anggaran guna menghindari fiscal cliff. Penurunan IHSG pada Jumat lalu didorong oleh turunnya saham perkebunan dan perbankan. Saham perbankan turun dimana BI menurunkan proyeksi pertumbuhan kredit perbankan tahun depan dari 25% menjadi 23%. Mengawali pekan ini kami proyeksikan indeks akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah pada kisaran support-resistance 4.250-4.320.

eTrading Securities
Pada perdagangan akhir pekan lalu, IHSG ditutup turun 42,95 poin (-0,99%) ke level 4.276,14 dengan jumlah transaksi sebanyak 17,57 juta lot atau setara Rp8,81 triliun.

Hampir seluruh sektor mengalami penurunan, kecuali sektor basic-industry(+0,70%), property(+1,58%), dan trade(+0,97%). Tercatat sebanyak 116 saham mengalami penguatan, 122 saham mengalami penurunan, 94 saham tidak mengalami perubahan dan 134 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menempati top gainers a.I MNCN(+7,00%), BBNI(+3,50%), BMTR(+4,35%), INTP(+1,31%), dan SMGR(+1,02%). Sementara itu saham-saham yang menempati top losers a.I. BMRI(-5,17%), EXCL(-12,71%), TLKM(-2,70%), BBCA(-2,22%), dan ISAT(-11,90%).

Asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp 144,8 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. BBRI, BMRI, BMTR, PGAS, dan MNCN. Mata uang Rupiah terapresiasi ke 9.618 per Dollar AS.

Secara teknikal penurunan IHSG pada perdagangan akhir pekan lalu mengindikasikan IHSG akan mengalami koreksi lanjutan pada perdagangan hari ini. Hal ini terlihat dari teknikal indikator MA5 dan MA20 yang membentuk dead cross dan RSI yang bearish. Untuk Support IHSG ada pada level 4,255 dan Resistance 4,337. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah : MYOR, INTP, dan MNCN.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads