Marak Aksi Beli di Menit Akhir, IHSG Rebound 26 Poin

Marak Aksi Beli di Menit Akhir, IHSG Rebound 26 Poin

- detikFinance
Senin, 03 Des 2012 15:56 WIB
Marak Aksi Beli di Menit Akhir, IHSG Rebound 26 Poin
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rebound 26 poin didorong aksi beli yang terjadi di penghujung perdagangan. Indeks pun kembali ke level 4.300.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 9.605 per dolar AS dibandingkan dengan posisi pada perdagangan akhir pekan lalu di Rp 9.625 per dolar AS.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka naik 9,678 poin (0,23%) ke level 4.285,819 setelah mendapat sentimen positif dari penguatan pasar saham regional. Saham-saham yang sudah murah kembali dikoleksi investor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Investor melakukan aksi beli selektif di saham-saham yang sudah murah. Indeks pun beranjak naik secara perlahan ke posisi tertingginya sebelum akhirnya bergerak fluktuatif.

Perburuan saham dilakukan oleh investor asing. Sayangnya, marak aksi jual dilakukan oleh investor domestik sehingga indeks bergerak fluktuatif.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG melemah 6,131 poin (0,14%) ke level 4.270,010 terkena tekanan jual yang dilakukan investor domestik. Inflasi November yang lebih rendah dari sebelumnya belum mampu jadi katalis indeks.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat inflasi di November 2012 mencapai 0,07%. Inflasi ini jauh lebih rendah dari inflasi Oktober 2012 yang mencapai 0,16%. Secara tahunan inflasi November 2012 mencapai 4,32%, sementara inflasi tahun berjalan (Januari-Oktober 2012) mencapai 3,73%.

Data inflasi yang cukup menggembirakan itu belum mampu mengangkat indeks terus naik di zona hijau. Aksi jual yang cukup marak terjadi menyeret indeks terus bergerak ke bawah sampai ke posisi terendahnya di 4.262,765.

Mengakhiri perdagangan, Senin (2/12/12), IHSG ditutup naik 26,303 poin (0,62%) ke level 4.302,444. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat 6,859 poin (0,94%) ke level 733,669.

Saham-saham bank yang sudah terkoreksi tajam akhir pekan lalu mulai diburu kembali sehingga menguat dan memimpin penguatan kali ini. Empat sektor masih terkena aksi ambil untung dan terkoreksi.

Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 209.145 kali pada volume 6,473 miliar lembar saham senilai Rp 7,338 triliun. Sebanyak 110 saham naik, sisanya 131 saham turun, dan 85 saham stagnan.

Volume dan nilai transaksi hari ini naik cukup tinggi berkat beberapa transaksi saham-saham bluechip di pasar negosiasi. Tiga broker mencatat transaksi yang tinggi senilai lebih dari Rp 1 triliun siang ini, yaitu Kim Eng Securities (ZP), Indo Premier Securities (PD) dan Sinarmas Sekuritas (DH).

Bursa-bursa di Asia menutup perdagangan awal pekan dengan mixed cenderung melemah, padahal pagi tadi masih bisa menguat. Bursa lain yang masih bisa menguat adalah pasar saham Jepang.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai anjlok 20,35 poin (1,03%) ke level 1.959,77.
  • Indeks Hang Seng ambles 262,54 poin (1,19%) ke level 21.767,85.  
  • Indeks Nikkei 225 naik 12,17 poin (0,13%) ke level 9.458,18.  
  • Indeks Straits Times turun 3,76 poin (0,12%) ke level 3.066,19.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 900 ke Rp 53.750, BCA (BBCA) naik Rp 700 ke Rp 9.500, Indosat (ISAT) naik Rp 600 ke Rp 6.150, dan XL Axiata (EXCL) naik Rp 500 ke Rp 5.650.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 450 ke Rp 38.800, Bayan (BYAN) turun Rp 300 ke Rp 9.650, Atlas (ARII) turun Rp 270 ke Rp 910, dan Bank Mayapada (MAYA) turun Rp 250 ke Rp 2.450.

(ang/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads