PT Bank Permata Tbk (BNLI) berencana menerbitkan obligasi subordinasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2012 (subdebt) senilai Rp 1,8 triliun. Obligasi ini merupakan tahap terakhir dari surat utang senilai Rp 2,5 triliun.
Pada semester pertama 2012 lalu, perseroan telah menuntaskan penerbitan subdebt Tahap I senilai Rp 700 miliar. Selain surat utang, Bank Permata juga berniat menambah modal melalui Penawaran Umum Terbatas (rights issue).
"Penerbitan rights issue dan Obligasi Subordinasi akan lebih memperkuat struktur permodalan dan mendukung bisnis kami yang tumbuh cepat, sehingga memungkinkan kami untuk terus mendukung ekspansi bisnis kami," kata Direktur Keuangan Bank Permata Giridhar S. Varadachari dalam siaran pers, Selasa (4/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masa penawaran akan berlangsung pada 13-14 Desember 2012, diikuti dengan penjatahan pada 17 Desember 2012 dan distribusi obligasi secara elektronik pada 19 Desember 2012. Obligasi Subordinasi akan dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 20 Desember 2012.
PT Standard Chartered Securities Indonesia (terafiliasi), PT Mandiri Sekuritas, PT Indo Premier Securities dan PT OSK Nusadana Securities Indonesia merupakan Penjamin Pelaksana Emisi dalam aksi korporasi ini.
Dana hasil penawaran Obligasi Subordinasi ini akan dipergunakan sebagai modal pelengkap level bawah (lower tier II capital) sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia (BI) dan juga untuk ekspansi kredit. (ang/dnl)










































