Jokowi Inginkan Perusahaan Daerah Go Public, Terutama Bank DKI

Jokowi Inginkan Perusahaan Daerah Go Public, Terutama Bank DKI

- detikFinance
Rabu, 05 Des 2012 14:12 WIB
Jokowi Inginkan Perusahaan Daerah Go Public, Terutama Bank DKI
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menginginkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) khusus DKI Jakarta bisa menjadi perusahaan terbuka yang melantai di bursa. Jokowi meminta perusahaan daerah milik DKI Jakarta bisa ikut membangun perekonomian.

Jokowi menyampaikan hal ini usai pertemuan dengan Direksi beberapa BUMD DKI Jakarta di Balai Kota, Jakarta, Rabu (5/12/2012).

"Tadi hanya perkenalan saja. Maksudnya saya kan tidak mengerti BUMD kita ini ternyata ada 47 dan harus kenalan. Maksudnya perkenalan dengan Direksi dan bisnis mereka seperti apa berikut keuntungannya per tahun," kata Jokowi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Jokowi, pihaknya telah meminta business plan alias rencana bisnis seluruh BUMD tersebut. Nantinya seluruh BUMD harus melaporkan kepada Jokowi untuk menyampaikan ekspansi apa saja yang siap digarap oleh perusahaan daerah ini.

"Kita minta business plan-nya, baru minggu depan saya panggil satu per satu kemana saja mereka ekspansi dan kita tidak ingin hanya murni bisnis tapi mesti ada muatan untuk merubah Jakarta," ungkap Jokowi.

Pada kesempatan tersebut, Jokowi menyampaikan harapannya jikalau suatu saat nanti ada BUMD yang bisa go public. Sedangkan yang masih belum siap bisa disuntik modal kembali.

"Kalau ada yang siap nanti kita dorong jadi perusahaan terbuka tapi saya mau lihat detilnya dahulu. Kalau tidak siap ya tidak apa-apa kita siapkan secara detil," tuturnya.

"Namun BUMD yang masih punya prospek namun butuh modal tidak apa-apa disuntik lagi. Karena kalau rugi ada beberapa kemungkinan karena salah urus," imbuhnya.

Salah satu incaran Jokowi yang akan disulap menjadi perusahaan terbuka yakni PT Bank Pembangunan Daerah DKI Jakarta (Bank DKI).

"Bank DKI termasuk prospeknya bagus yang akan kita dorong jadi terbuka. Ini bagus kalau perlu modal nanti disuntik lagi yah tidak apa-apa. Yang paling penting Bank DKI nggak masuk sektor konsumtif," tegas Jokowi.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads